CEPOSONLINE.COM, NABIRE- Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa merealisasikan janjinya sekaligus komitmennya untuk membangun dunia Pendidikan sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan Pendidikan saat ini. Hal itu diwujudkan dengan pembagian 200 unit laptop gratis bagi pelajar dari berbagai kabupaten di Papua Tengah. Penyerahan laptop berlangsung di Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Rabu (21/1/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengapresiasi Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah yang bergerak cepat dan konkret dalam menindaklanjuti komitmen tersebut kepada para siswa di beberapa kabuapten di Papua Tengah.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah berjanji, dan hari ini kita tepati. Setiap peserta festival mendapat laptop. Ini bukan sekadar hadiah, tapi aset masa depan anak-anak Papua Tengah,” kata Meki Nawipa.
Sebanyak 200 laptop akan didistribusikan ke sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Deiyai, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya, termasuk pengiriman ke luar Papua melalui jalur transportasi udara.
Menurut Meki Nawipa, di era digital saat ini telepon genggam memang lebih mudah dimiliki, namun laptop memiliki nilai strategis yang jauh lebih besar untuk menunjang pendidikan, keterampilan, dan kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja dan teknologi masa depan.
Program pembagian laptop ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Gubernur Papua Tengah dengan ratusan pelajar usai penutupan Festival Budaya Pelajar Papua Tengah 2025 di Lapangan Bandara Lama Nabire.
Usai menutup festival tersebut, Sabtu (6/9/2025), Gubernur Meki Nawipa bertemu langsung dengan pelajar dari delapan kabupaten di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat.
Di hadapan para pelajar dan guru pendamping, Meki Nawipa menegaskan bahwa setiap anak Papua memiliki kesempatan yang sama untuk sukses, tanpa rasa minder.
Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dalam festival budaya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen memberikan satu laptop untuk setiap pelajar dan guru pendamping.
Gubernur bahkan mengusulkan agar setiap laptop diberi label khusus Festival Budaya Pelajar Papua Tengah 2025 sebagai kenangan sekaligus identitas program pendidikan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Meki Nawipa kembali menegaskan komitmen pendidikan gratis di Papua Tengah. Ia meminta para siswa dan orang tua tidak ragu melapor jika masih ditemukan pungutan di sekolah.
Ia Juga menegasakan, jika ada yang melakukan pungutan disekolah, dapat dilaporkan langsung ke dirinya. “ Semua harus gratis. Setiap anak Papua harus bisa lanjut sampai sarjana,” tegas Nawipa. (*)
Editor : Lucky Ireeuw