Aliansi Mahasiswa Unmus Bersatu Gelar Demo Damai, Desak Transparansi Anggaran dan Penanganan Kekera

Yulius Sulo • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:24 WIB
Aliansi mahasiswa Unmus bersatu saat menggelar aksi demo Damai di Rektorat Unmus Merauke, Rabu (14/10/2026) 

(CEPOSONLINE.COM/SULO)
Aliansi mahasiswa Unmus bersatu saat menggelar aksi demo Damai di Rektorat Unmus Merauke, Rabu (14/10/2026)  (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Aliansi Mahasiswa Universitas Musamus (Unmus) Bersatu menggelar aksi demonstrasi damai di halaman Rektorat Unmus Merauke, Papua Selatan, Rabu (14/10/2026). 

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak rektorat, mulai dari evaluasi internal kampus, penanganan kasus kekerasan seksual, hingga transparansi anggaran renovasi kantin dan penyediaan fasilitas perkuliahan.

Jenderal Lapangan Aliansi Mahasiswa Unmus Bersatu, Fahmi Ahmah, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa untuk mendorong pihak kampus memberikan kejelasan terhadap berbagai persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius.

Mahasiswa telah berkumpul di lingkungan kampus sejak pukul 07.30 WIT untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak pihak rektorat memberikan jawaban atas tuntutan yang disampaikan.

Salah satu tuntutan utama mahasiswa adalah evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan kampus, termasuk pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS).

Mahasiswa juga mendesak adanya penanganan yang jelas terhadap dugaan kasus kekerasan seksual, termasuk keterbukaan mengenai proses penanganan dan pemberian sanksi kepada pelaku sesuai ketentuan yang berlaku.

Mereka meminta pihak kampus menunjukkan bukti penanganan, dokumen terkait rencana anggaran biaya (RAB), serta rilis resmi mengenai sanksi yang diberikan.

Selain persoalan tersebut, mahasiswa mempertanyakan transparansi anggaran renovasi kantin kampus yang disebut telah beroperasi sejak Senin. Mereka meminta penjelasan mengenai penggunaan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan renovasi tersebut.

Mahasiswa juga menyoroti kebutuhan fasilitas penunjang pendidikan lainnya, terutama pengadaan sarana kampus serta ketersediaan ruang kelas yang memadai bagi seluruh jurusan di lingkungan Unmus.

Dalam aksi itu, mahasiswa memberikan tenggat waktu selama tujuh hari kepada pihak kampus untuk menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan dan memberikan kejelasan atas berbagai persoalan tersebut.
"Kami akan terus mengawal dengan tenggat waktu selama 7 hari kedepan, " kata Fahmi Ahmad. 

Apabila dalam waktu yang diberikan belum ada penyelesaian atau kepastian, mahasiswa mengancam akan kembali menggelar aksi demonstrasi jilid III dengan jumlah massa yang lebih besar.

Mahasiswa juga menyoroti ketidakhadiran rektor dalam memberikan penjelasan secara langsung. Kehadiran pimpinan universitas dinilai penting untuk memberikan kepastian mengenai transparansi anggaran serta membahas berbagai persoalan bersama organisasi mahasiswa (ormawa).

Sementara itu, pelantikan para dekan di lingkungan Unmus dijadwalkan berlangsung pada pekan depan sesuai kalender akademik.

Mahasiswa berharap pihak rektorat segera merespons tuntutan tersebut secara terbuka dan memberikan langkah konkret agar berbagai persoalan yang disuarakan tidak berlarut-larut.

Aksi berlangsung sebagai bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa yang menginginkan tata kelola kampus lebih transparan, penanganan persoalan secara tegas, serta penyediaan fasilitas pendidikan yang mendukung kegiatan akademik.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 Unmus Merauke Thobias Nggarwako bersama unsur pimpinan Unmus lainnya yang sempat menerima para mahasiswa tersbeut tidak bersedia untuk diwawancara wartawan. 

"Mereka tidak bersedia diwawancarai wartawan," kata seorang mahasiswa. Para pimpinan Unmus tersebut memilih masuk ke dalam kantor rektorat yang dijaga petugas pengamanan Kampus. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
aliansi mahasiswa Merauke Ceposonline.com Demo damai