Pemprov Papua Selatan Latih 115 Lulusan SMA/SMK OAP, Siapkan Masuk Dunia Kerja

Yulius Sulo • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 12:57 WIB
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo bersama Ketua MPR Papsel Damianus Katayu, Ketua Komisi III DPRP Papsel Dominikus Ulukyanan dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Papsel Paskalis Prayitno saat membuka pelatihan life skil bagi lulusan SMA/SMK OAP, Senin (12/10/2026).
(CEPOSONLINE.COM/SULO)
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo bersama Ketua MPR Papsel Damianus Katayu, Ketua Komisi III DPRP Papsel Dominikus Ulukyanan dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Papsel Paskalis Prayitno saat membuka pelatihan life skil bagi lulusan SMA/SMK OAP, Senin (12/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar pelatihan keterampilan bagi lulusan SMA dan SMK Orang Asli Papua untuk mempersiapkan generasi muda memasuki dunia kerja maupun merintis usaha mandiri.

Kegiatan yang memasuki tahun kedua tersebut diikuti 115 peserta dengan lima bidang pelatihan, yakni teknik pengelasan, tata boga, tata busana, broadcasting, dan kecantikan (beauty class).

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari pendidikan vokasi yang bertujuan membekali peserta dengan keterampilan praktis agar mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan dan dunia kerja.

“Manfaatkan peluang, manfaatkan waktu, dan manfaatkan pelatihan ini untuk memperoleh ilmu serta keterampilan sebanyak mungkin sebagai bekal kehidupan di masa yang akan datang. Keterampilan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah kita,” ujar Apolo saat membuka kegiatan pelatihan di Merauke, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, pendidikan tidak hanya bertujuan membentuk peserta didik yang memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter dan keterampilan. Menurutnya, pendidikan harus mencakup nilai atau karakter, pengetahuan, serta kemampuan untuk melakukan atau menerapkan sesuatu secara nyata.

“Kalau baru mengerti saja, itu belum cukup. Peserta harus mampu melakukan. Itulah perbedaan antara pendidikan akademik dan pendidikan vokasi,” katanya.

Apolo juga mendorong para peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh karena kesempatan tersebut sangat berharga untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja maupun membuka usaha mandiri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Paskalis Prayitno, mengatakan program pelatihan ini merupakan bentuk pelayanan pendidikan bagi lulusan SMA dan SMK Orang Asli Papua yang ingin melanjutkan ke dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan formal.

“Pelatihan ini pertama kali dilaksanakan pada 2025 dan tahun ini merupakan pelaksanaan yang kedua. Kegiatan ini ditujukan bagi anak-anak yang telah lulus SMA dan SMK, khususnya mereka yang ingin memasuki dunia kerja,” ujar Paskalis saat melaporkan pelaksanaan kegiatan di hadapan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo.


Ia merinci, peserta pelatihan terdiri dari 30 orang bidang teknik pengelasan, 15 orang tata boga, 30 orang tata busana, 20 orang broadcasting, dan 20 orang kecantikan.

Menurut Paskalis, pelaksanaan program pada tahun sebelumnya telah memberikan hasil positif bagi sebagian peserta. Dari 20 peserta teknik pengelasan pada angkatan sebelumnya, sebanyak 15 orang telah mengikuti pelatihan dan lima orang di antaranya dilaporkan telah bekerja di sejumlah perusahaan di wilayah Papua Selatan.

Sementara itu, peserta tata busana juga mulai bergabung dengan industri busana di Kabupaten Merauke. Adapun peserta pelatihan kecantikan telah menerapkan keterampilan yang diperoleh secara mandiri, baik untuk kebutuhan keluarga maupun dengan memberikan layanan kepada orang lain.

Untuk bidang broadcasting dan tata boga, pelatihan baru dilaksanakan pada program tahun ini.

Paskalis berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada pemberian keterampilan semata. Pemerintah, menurut dia, perlu memberikan pendampingan berkelanjutan agar para peserta dapat mengembangkan kemampuan hingga mampu memperoleh pekerjaan atau membuka usaha sendiri. (*)

Editor : Agung Trihandono
dunia kerja OAP Ceposonline.com PAPUA SELATAN