Kasus ISPA Meningkat Akibat Karhutla, Kadinkes Papua Selatan: Kurangi Aktivitas di Luar Rumah!

Yulius Sulo • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34 WIB
dr. Benedicta Herlina Rahangiar

(CEPOSONLINE.COM/SULO)
dr. Benedicta Herlina Rahangiar (CEPOSONLINE.COM/SULO) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan mencatat adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap semakin pekat di sejumlah wilayah.

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan, dr. Benedicta Herlina Rahangiar, mengatakan pihaknya telah menerima laporan peningkatan kasus ISPA dari empat kabupaten di Papua Selatan.

 

 Laporan terakhir berasal dari Kabupaten Mappi yang membutuhkan tambahan masker dan obat-obatan untuk penanganan gangguan pernapasan.

 

“Sejak Karhutla terjadi, ada peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan atas. Kami sudah mendapatkan informasi dari empat kabupaten, terutama yang terakhir dari Mappi, bahwa mereka membutuhkan banyak masker dan obat-obatan untuk ISPA,” kata Benedicta memjawab pertanyaan media ini, Senin (12/10/2026). 

 

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Kesehatan telah menyalurkan persediaan penyangga (buffer stock) berupa masker dan obat-obatan untuk membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di kabupaten terdampak.

 

Menurutnya, persediaan di masing-masing kabupaten saat ini dinilai masih mencukupi untuk menangani kasus yang ada. Meski demikian, pemerintah provinsi telah mengajukan permohonan bantuan tambahan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

 

Permohonan tersebut telah disampaikan sekitar dua minggu lalu, dengan harapan pemerintah pusat dapat segera membantu menambah persediaan masker dan obat-obatan untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang semakin meluas.

 

“Kami sudah menyampaikan permohonan kepada Kementerian Kesehatan untuk membantu menambah stok masker dan obat-obatan ISPA. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasi,” katanya.

 

Benedicta Herlina mengakui jumlah pasien yang mengalami gangguan pernapasan cukup banyak. Berdasarkan data surveilans kesehatan yang dipantau setiap minggu, terdapat peningkatan kasus, meskipun belum tergolong signifikan.

 

Kendati demikian, masyarakat diminta tetap waspada dan melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.

 

Ia mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Jika harus keluar rumah, warga disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

 

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kecukupan cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi serta memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral untuk menjaga daya tahan tubuh.

 

“Jika tidak terlalu penting, kami mengimbau masyarakat agar tetap beraktivitas di dalam rumah. Kalau harus keluar, gunakan masker. Pastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi dan perbanyak makanan yang mengandung vitamin serta mineral,” jelasnya.

 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, terutama sesak napas, sehingga dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis.(*)

Editor : Agung Trihandono
kasus ispa Ceposonline.com PAPUA SELATAN