CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menegaskan pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan gedung rumah sakit dan puskesmas, tetapi harus didukung peralatan medis, sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, serta pelayanan yang ramah kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Apolo Safanpo dalam acara penyerahan sarana dan prasarana fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Papua Selatan, di Kantor Gubernur Papua Selatan, Salor, Kurik, Merauke, Senin (12/10/2026).
Apolo mengatakan, pembangunan sektor kesehatan harus dilakukan secara terintegrasi mulai dari pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten/kota.
Menurutnya, ada empat aspek penting yang perlu diperhatikan, yakni pembangunan infrastruktur kesehatan, penyediaan peralatan medis, peningkatan kualitas SDM kesehatan, serta pelayanan prima atau hospitality.
Menurutnya, infrastruktur kesehatan seperti rumah sakit, klinik, puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) harus didukung peralatan medis yang memadai agar dapat beroperasi secara optimal.
“Kalau sarana prasarananya bagus, gedungnya bagus, tetapi kalau tidak ada alatnya, tidak bisa kita operasikan. Karena itu, setiap tahun kita juga menyediakan peralatan medis yang bisa digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Selain infrastruktur dan peralatan, pemerintah juga terus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, bidan, tenaga analis hingga tenaga medis lainnya melalui pelatihan, pembimbingan dan pendidikan kesehatan, termasuk pendidikan dokter spesialis.
Namun, Apolo mengingatkan bahwa kelengkapan fasilitas dan tenaga kesehatan harus diimbangi dengan sikap ramah serta kualitas pelayanan yang baik.
“Jangan sampai gedungnya bagus, peralatannya lengkap, SDM-nya lengkap, tetapi pelayanannya kurang bagus. Karena itu, melalui pelatihan-pelatihan yang dilakukan, kita harapkan bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Utamakan Promotif dan Preventif
Apolo juga menekankan pentingnya mengoptimalkan tiga pendekatan dalam pelayanan kesehatan, yakni promotif, preventif dan kuratif.
Pelayanan promotif dilakukan melalui promosi kesehatan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Sementara pelayanan preventif bertujuan mencegah penyakit melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin dan berbagai upaya pencegahan lainnya.
Adapun pelayanan kuratif merupakan penanganan medis bagi masyarakat yang sudah mengalami gangguan kesehatan melalui rumah sakit, klinik, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.
Menurut Apolo, upaya promotif dan preventif harus mendapat perhatian lebih besar agar masyarakat semakin sadar menjaga kesehatan dan risiko penyakit dapat ditekan.
Ia mengibaratkan ketiga pendekatan tersebut seperti sebuah tim sepak bola. Pelayanan promotif berada di lini depan, preventif di lini tengah, sedangkan kuratif menjadi pertahanan terakhir ketika seseorang sudah jatuh sakit.
“Kalau kita sudah menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan, tetapi tetap sakit, barulah dilakukan penanganan oleh tenaga medis di rumah sakit. Karena itu, pelayanan promotif dan preventif harus diperkuat,” jelasnya.
Ia menambahkan, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat diharapkan dapat mengurangi jumlah orang yang sakit sehingga kebutuhan terhadap penanganan medis juga dapat dikendalikan.
Meski demikian, ketiga pendekatan tersebut tetap harus berjalan secara bersamaan agar masyarakat yang sudah sakit mendapatkan pengobatan, sementara mereka yang masih sehat dapat mempertahankan kondisi kesehatannya.
Tujuh Kendaraan dan Peralatan Kesehatan
Dalam kesempatan tersebut, Apolo berharap penyerahan sarana dan prasarana kesehatan berupa tujuh unit kendaraan, termasuk ambulans dan mobil jenazah, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya dapat membantu tenaga kesehatan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Bantuan tersebut diharapkan menunjang operasional rumah sakit umum daerah (RSUD), puskesmas, klinik dan pustu, termasuk dalam memberikan pelayanan darurat serta menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan.
Selain kendaraan, bantuan peralatan pendukung seperti emergency board juga diharapkan memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan dalam memberikan pelayanan.
Apolo berharap seluruh bantuan yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai peruntukannya sehingga masyarakat di Provinsi Papua Selatan memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik, cepat dan berkualitas.
“Dengan adanya bantuan sarana dan prasarana ini, kita harapkan dapat membantu petugas kesehatan di lapangan, baik di RSUD, puskesmas, klinik maupun pustu, dalam memberikan pelayanan terbaik dan pelayanan prima kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (*)
Editor : Agung Trihandono