CEPOSONLINE.COM, MERAUKE - Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengapresiasi kunjungan
Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Irjen Polisi (Purn) Mashudi pasca kebakaran dan kerusuhan Lapas Kelas IIB Merauke.
Kedatangan Dirjenpas Mashudi pada Sabtu (10/10/2026) untuk memastikan perbaikan Kantor Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke yang terbakar akibat kerusuhan pada Jumat (9/10/2026).
Sekda Ferdinandus Kainakaimu mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Papua Selatan, serta mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur Apolo Safanpo-Paskalis Imadawa, menyampaikan apresiasi.
Menurutnya, kunjungan ini merupakan kesempatan penting untuk melihat secara langsung kondisi dan berbagai tantangan yang dihadapi, termasuk keterbatasan infrastruktur serta sarana dan prasarana di Lembaga Pemasyarakatan.
"Kami berharap, melalui kunjungan ini, berbagai kondisi dan kebutuhan yang ada di Papua Selatan dapat menjadi perhatian bersama,"kata Sekda Ferdinandus.
Ia juga berharap semoga kedatangan Dirjenpas ini dapat membawa harapan baru dan mendorong adanya langkah-langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta fasilitas di Lembaga Pemasyarakatan.
Ferdinandus mengatakan kondisi lingkungan dan keterbatasan ruang dapat memengaruhi kenyamanan.
Ia berharap semoga kunjungan ini juga menjadi langkah positif bagi kemajuan pelayanan pemasyarakatan di Provinsi Papua Selatan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga binaan.
Ferdinandus juga mengapresiasi dan memotivasi warga binaan yang berada di Lapas.
Ia menyebut, sekarang adalah waktunya untuk mengikuti seluruh proses pembinaan dengan sungguh-sungguh, memperbaiki perilaku, serta membangun karakter yang lebih baik.
"Saya percaya, melalui pembinaan yang dijalani di Lembaga Pemasyarakatan ini, saudara-saudara dapat menjadi pribadi yang lebih disiplin, taat terhadap aturan, dan memiliki semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,"ujarnya.
"Ketika nantinya kembali ke masyarakat, saudara-saudara diharapkan mampu memberikan warna baru, membawa perubahan positif, serta menjadi bagian dari pembangunan daerah dan bangsa,"katanya lagi.
Ferdinandus berpesan bahwa ingatlah bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya agar kelak dapat kembali berkumpul bersama keluarga dan berkontribusi bagi masyarakat.
Sebelumnya dikabarkan peristiwa kerusuhan berujung terbakarnya Lapas Merauke bermula dari razia internal pemeriksaan telepon genggam (HP) milik warga binaan yang dilakukan petugas lapas sejak Kamis malam (8/10/2026). (*)
Editor : Abdel Gamel Naser