CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Sebanyak delapan putra-putri Papua Selatan mengikuti seleksi calon peserta Wirasena Youth Camp, program kepemudaan yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, di Merauke, Rabu (23/9/2026).
Dari delapan peserta tersebut, nantinya akan dipilih empat orang yang terdiri atas dua putra dan dua putri untuk mengikuti kegiatan Wirasena Youth Camp di tingkat nasional.
Kepala Bidang Kepemudaan pada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Selatan Daniel J. Taraneno menjelaskan, program tersebut merupakan format baru kegiatan kepemudaan nasional yang disiapkan Kemenpora RI.
Menurutnya, pemerintah daerah mendapat kuota untuk menyiapkan empat putra dan dua putri, sebelum proses seleksi nasional dilakukan oleh pemerintah pusat.
"Kami diminta untuk menyiapkan empat orang putra dan dua orang putri. Kami sudah membuka ruang melalui media-media sosial yang ada," jelasnya.
Informasi pendaftaran disebarluaskan melalui berbagai media sosial. Dari 12 pemuda yang mendaftar, setelah melalui seleksi administrasi tersaring delapan peserta yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti tahapan selanjutnya.
Peserta yang mengikuti program tersebut berada dalam rentang usia 16 hingga 30 tahun, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.
Daniel Taraneno menjelaskan, dari 8 orang yang mengikuti tahapan seleksi tersebut yang seluruh proses teknisnya ditentukan oleh pemerintah pusat. Tahapan awal berupa wawancara nasional yang dilakukan secara daring. Peserta akan mengikuti wawancara melalui Zoom tanpa kehadiran panitia daerah di dalam ruang seleksi.
"Seleksinya memang semuanya nanti akan ditentukan oleh pusat. Secara teknis kita tidak boleh ada di ruangan. Nanti mereka Zoom, lalu mereka langsung ditanyakan hal-hal yang sifatnya seleksi wawancara," katanya.
Setelah wawancara, peserta akan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) serta mengerjakan esai sebagai bagian dari rangkaian seleksi. Dari seluruh tahapan tersebut, pemerintah pusat akan menentukan empat peserta yang terdiri dari dua putra dan dua putri untuk mewakili Papua Selatan dalam Wirasena Youth Camp.
Dikatakan, dari 8 peserta yang mengikuti seleksi tidak seluruhnya berasal dari latar belakang pendidikan dan aktivitas yang sama. Sebagian merupakan pelajar SMA, mahasiswa, maupun pemuda yang telah menyelesaikan pendidikan. Ada pula peserta yang berasal dari Asmat tetapi sedang menempuh pendidikan di Merauke.
Bahkan, terdapat peserta yang saat ini sedang menempuh pendidikan S2 di Jakarta dan mengetahui informasi pendaftaran melalui YouTube. Meski berada di luar Papua Selatan, peserta tersebut tetap mendaftar melalui zona Merauke karena merupakan orang asal Merauke.
"Seleksinya secara online dari Jakarta satu, yang lain semua dari sini," ujarnya.
Ia menambahkan, peserta yang mengikuti seleksi tersebut merupakan pemuda yang berdomisili dan berkedudukan di Merauke serta merupakan Orang Asli Papua (OAP) dari Papua Selatan. Ini karena pelaksanaan kegiatan tersebut sepenuhnya dengan dukungan dana Otonomi Khusus (Otsus).
Dikatakan, Wirasena Youth Camp diharapkan menjadi ruang untuk menjaring sekaligus mengembangkan potensi kepeloporan pemuda dari Papua Selatan. Peserta yang nantinya lolos akan bergabung dengan pemuda dari berbagai provinsi di Indonesia dalam kegiatan yang mempertemukan perwakilan pemuda dari seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta akan mendapatkan pengalaman dan pembelajaran mengenai kepemimpinan, kewirausahaan, keterampilan, komunikasi serta berbagai kemampuan lain yang dibutuhkan generasi muda.
"Intinya program ini adalah bagaimana penjaringan pemuda-pemuda untuk menggali kepeloporan mereka dengan segala potensi yang ada di mereka," jelasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Papua Selatan Bidang Pemerintahan Sucahyo Agung Dwi Arianto mewakili gubernur Papua Selatan saat membuka seleksi tersebut meminta peserta untuk mengikuti seleksi dengan sebaik-baiknya. Peserta yang tidak lolos diminta tidak berkecil hati.
‘’Yang berhasil nanti ikuti sebaik-baiknya. Tapi yang belum berhasil, masih banyak peluang,’’ pinta mantan Inspektur Daerah Provinsi Papua Selatan ini. (*)