Wagup Paskalis  Dorong Kementan  Sediakan Rumah Dinas dan Kantor untuk PPL   

Yulius Sulo • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 12:31 WIB
Paskalis Imadawa (Sulo/Cepos)
Paskalis Imadawa (Sulo/Cepos)

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendorong Kementerian Pertanian memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan tempat tinggal dan kantor bagi para penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang bertugas di Tanah Papua.

Dalam Rapat Koordinasi Penyuluhan Pertanian se-Papua Raya di Merauke, Rabu (23/9/2026), Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa menyampaikan perlunya pembangunan rumah penyuluh hingga ke tingkat distrik agar para PPL dapat menjalankan tugas dengan lebih aman dan optimal.
 
"Diharapkan ada  rumah penyuluh dibangun di setiap kabupaten. Bila perlu disediakan di distrik," kata Wagub Paskalis Imadawa.   
Selain rumah, para penyuluh juga dinilai membutuhkan kantor sebagai tempat menjalankan aktivitas pelayanan dan pendampingan kepada petani setelah seluruh petugas PPL tersebut ditarik dan menjadi pegawai  pusat dalam hal ini Kementrian Pertanian Republik Idonesia.  Kebutuhan tersebut dinilai penting karena para penyuluh bekerja langsung di lapangan dengan wilayah tugas yang luas dan kondisi geografis yang tidak mudah.
"Para penyuluh butuh kantor, butuh rumah. Motor tidak menjamin hidupnya aman. Yang bisa aman itu mereka butuh rumah," tegasnya.
Karena itu, Kementerian Pertanian diminta ikut memikirkan penyediaan sarana dasar tersebut, termasuk dukungan bagi para penyuluh yang bertugas di tingkat distrik.

Selain persoalan sarana dan tempat tinggal, perhatian juga diberikan terhadap pengelolaan data pertanian. Para penyuluh diminta memastikan data yang dikumpulkan dari lapangan benar-benar dikawal dan digunakan untuk kepentingan pembangunan pertanian. Data yang dihimpun, menurutnya, jangan hanya sekadar diisi, tetapi harus diverifikasi dan dijaga agar tidak disalahgunakan.

"Jangan hanya data diisi, tapi data itu juga dikawal. Jangan sampai data itu dipakai untuk kepentingan yang tidak semestinya, apalagi dipakai untuk online. Ini juga harus dikawal," ujarnya.

PPL diharapkan menjadi garda terdepan sekaligus panutan bagi petani, baik di wilayah pedesaan, distrik, kabupaten maupun provinsi. Mereka juga diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian dan pangan di Papua.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Paskalis Imadawa  juga mengingatkan agar pengembangan komoditas pertanian dan perkebunan di Papua Selatan tidak hanya berfokus pada kopi maupun kelapa sawit.
Komoditas karet disebut perlu kembali mendapatkan perhatian karena telah lama menjadi bagian dari sektor perkebunan masyarakat Papua Selatan.

"Karet itu juga harus disentuh. Tak hanya kopi, bukan hanya kelapa sawit. Sebelum ada kelapa sawit, sebelum ada kopi, sudah ada duluan di Papua Selatan ini karet, komoditas karet," katanya.
Pengembangan kembali komoditas karet dinilai perlu menjadi bagian dari perhatian pembangunan perkebunan di Papua Selatan.
 
 Wagub juga mengingatkan  agar  kesejahteraan PPL harus menjadi perhatian karena penyuluh merupakan salah satu unsur penting yang menentukan keberhasilan pembangunan pertanian di tingkat masyarakat.

"Kalau mereka sudah sejahtera, mereka akan berusaha untuk menyejahterakan petani. Tapi kalau mereka belum sejahtera, mereka tidak akan bekerja untuk kesejahteraan petani," ujarnya.
Karena itu, kesejahteraan penyuluh dinilai perlu berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan petani.
"Jadi PPL-nya harus sejahtera, baru bisa sejahtera petani," tegasnya.
Para penyuluh juga diminta menyadari posisi strategis mereka sebagai bagian dari kekuatan pembangunan pangan di Tanah Papua. Mereka diharapkan menjadi sumber kekuatan sekaligus penggerak yang memastikan kebutuhan pangan masyarakat Papua dapat terpenuhi. (*)

Editor : Agung Trihandono
Ceposonline.com PAPUA SELATAN