CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Sejumlah petugas kebersihan di Kabupaten Merauke mengeluhkan besaran upah yang dinilai belum sebanding dengan kebutuhan hidup dan kenaikan harga barang saat ini kepada Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo
Keluhan tersebut disampaikan salah satu petugas kebersihan, Juliana Ronsumbre, saat menghadiri kegiatan penyerahan bingkisan kasih dari insan perhubungan dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026.
Juliana mengatakan, besaran upah yang diterima petugas kebersihan masih berada di angka sekitar Rp 92 ribu per hari dan disebut tidak mengalami perubahan sejak 2018 hingga 2026.
“Kita dari 2018 itu masih Rp 92 ribu sampai 2026. Sedangkan sekarang harga barang di pasar saja sudah berapa,” ujar Juliana, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, jika dihitung berdasarkan jumlah hari kerja, pendapatan yang diterima petugas kebersihan juga masih dirasakan rendah. Ia menyebut pembayaran selama ini dihitung berdasarkan 25 hari kerja dalam satu bulan.
Padahal, menurut Juliana, dalam satu bulan terdapat lebih banyak hari kerja, meskipun ada hari libur atau tanggal merah.
“Dihitung per hari Rp92 ribu, sedangkan kita terimanya cuma Rp2 juta lebih. Terus dihitung kerjanya cuma 25 hari kerja. Saya pikir selama satu bulan itu kan 27 hari kerja, harinya tidak tetap karena kadang ada tanggal merah. Masa kita dihitung 25 hari kerja,” katanya.
Ia menuturkan, kondisi tersebut semakin berat bagi petugas yang masih harus membayar biaya tempat tinggal atau kos setiap bulan.
“Kami ibu-ibu semua ini kos rumah, lain daripada yang punya rumah sendiri,” ujarnya.
Juliana mengaku persoalan kenaikan upah tersebut sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah, mulai dari kepala dinas sebelumnya hingga pejabat yang saat ini menjabat.
Namun, hingga kini belum ada perubahan terhadap besaran upah yang diterima.
Selain persoalan upah, Juliana juga menyoroti risiko yang harus dihadapi para petugas dalam menjalankan pekerjaan. Ia mengatakan, sebagian petugas harus meninggalkan rumah sejak pagi buta untuk menjalankan tugas.
“Kalau kami keluar dari rumah itu kadang jam 5 pagi. Kalau musibah datang kena kita, kan pasti kita sudah kecelakaan di jalan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selain membersihkan lingkungan, para petugas juga memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan dan kondisi jalan yang digunakan masyarakat setiap hari.
Karena itu, Juliana berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kesejahteraan petugas kebersihan dengan menaikkan besaran upah menjadi lebih dari Rp100 ribu per hari.
“Saya minta supaya gaji bisa dikasih naik Rp100 ribu lebih,” harapnya.
Juliana berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga kesejahteraan para petugas kebersihan yang selama ini bekerja menjaga kebersihan kota juga dapat ditingkatkan.(*)
Editor : Abdel Gamel Naser