Gubernur Apolo Ajak Aliansi Sasak Lombok Berkontribusi untuk Papua Selatan

Yulius Sulo • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 09:14 WIB
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat menghadiri pelantikan  Dewan Pengurus Wilayah Aliansi Sasak Lombok Indonesia Provinsi Papua Selatan  di Hotel Halogen Merauke, Minggu (13/9/2026).
(CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL)
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat menghadiri pelantikan  Dewan Pengurus Wilayah Aliansi Sasak Lombok Indonesia Provinsi Papua Selatan  di Hotel Halogen Merauke, Minggu (13/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengajak Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Aliansi Sasak Lombok Indonesia Provinsi Papua Selatan untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah serta menjaga kebersamaan dan persatuan di wilayah Papua Selatan.

Ajakan tersebut disampaikan Apolo Safanpo saat menghadiri acara pelantikan DPW Aliansi Sasak Lombok Indonesia Provinsi Papua Selatan  di Hotel Halogen Merauke, Minggu (13/9/2026).

Apolo mengatakan, Pemerintah dan masyarakat Papua Selatan menyampaikan selamat dan sukses atas amanah yang diberikan kepada ketua beserta seluruh jajaran pengurus Aliansi Sasak Lombok Indonesia Provinsi Papua Selatan.

Ia berharap amanah tersebut dapat diwujudkan melalui pengabdian dan kontribusi nyata bagi daerah.

“Pemerintah dan masyarakat Papua Selatan mengucapkan selamat dan sukses atas amanah yang diberikan kepada ketua dan seluruh pengurus untuk mengabdi, berbakti, berkontribusi untuk daerah ini,” kata Apolo.

Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota Aliansi Sasak Lombok Indonesia untuk bersama-sama berkarya dan mengambil bagian dalam pembangunan Papua Selatan.

“Mari kita sama-sama ikut berkontribusi, berkarya, mengabdi, membangun negeri ini,” ujarnya.

Selain itu, Apolo mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, persatuan dan tali silaturahmi yang selama ini telah dibangun oleh para leluhur, senior maupun orang tua.
Menurutnya, apabila kebersamaan dan persatuan tersebut terus dijaga, maka masyarakat dapat hidup secara harmonis dan bersama-sama membangun Papua Selatan dalam upaya menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Apolo juga menyampaikan pandangannya mengenai tingkatan kesadaran manusia yang dianalogikannya dengan konsep kasta dalam tradisi India.

Ia menjelaskan, terdapat tingkatan kesadaran manusia yang tercermin dari bagaimana seseorang menggunakan pemikiran, intelektualitas, karya, pelayanan dan pengabdiannya.

Menurut Apolo, manusia pada tingkat kesadaran paling awal cenderung hanya memikirkan dan mengurus kepentingan dirinya sendiri, termasuk istri, anak dan keluarganya.

Kemudian, pada tingkat kesadaran berikutnya, seseorang mulai memiliki kepedulian terhadap warga, paguyuban, komunitas, suku, partai, etnis maupun kelompoknya.

Selanjutnya, pada tingkat yang lebih tinggi, seseorang memiliki kesadaran untuk mengabdi dan mengurus kepentingan rakyat serta bangsanya.

“Sementara kasta Brahmana yaitu orang yang tingkat kesadarannya, emosionalnya dan pemikirannya jauh lebih tinggi. Apa yang dia lakukan adalah karya pengabdian dan mengurus nilai budaya kemanusiaan universal,” jelasnya.

Menurut Apolo, pada tingkat kesadaran tersebut seseorang tidak lagi hanya memikirkan kepentingan diri sendiri maupun kelompoknya. Sebaliknya, ia memiliki kesadaran bahwa seluruh makhluk di alam semesta merupakan karya agung ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ia menegaskan, tidak ada manusia maupun makhluk yang mampu menciptakan keanekaragaman dan kebhinekaan.

“Tidak ada satu makhluk atau tidak ada satu manusia pun yang mampu menciptakan keanekaragaman. Tidak ada makhluk yang mampu menciptakan kebhinekaan,” tegasnya.

Apolo menjelaskan, kebhinekaan merupakan sesuatu yang mutlak dan merupakan karya ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena itu, menurutnya, kebhinekaan harus dijaga, 
dipelihara dan dihormati bersama.

“Oleh karena itu, mari kita sama-sama jaga anugerah yang Tuhan dikaruniakan kepada kita,” katanya.

Ia menambahkan, keberagaman budaya, etnis dan agama merupakan keindahan serta anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia.

“Mari kita jaga, pelihara dan membangun negeri ini bersama-sama,” pungkasnya.(*)

Editor : Agung Trihandono
Ceposonline.com PAPUA SELATAN