Gubernur Apolo Safanpo Buka Sosialisasi Beasiswa Magister di Inggris

Yulius Sulo • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 07:31 WIB
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat membuka sosialisasi  beasiswa magister ke Inggris di Auditorium Unmus Merauke, Kamis (3/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL) 
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat membuka sosialisasi  beasiswa magister ke Inggris di Auditorium Unmus Merauke, Kamis (3/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo membuka sosialisasi program beasiswa pendidikan magister (S2) di Inggris yang digelar melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Papua Selatan dengan Kedutaan Besar Inggris di Indonesia.


Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan tersebut berlangsung di Auditorium Universitas Musamus Merauke, Kamis (3/9/2026).


Dalam sambutannya, Apolo menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Inggris melalui Kedutaan Besar Inggris di Indonesia atas perhatian, kerja sama, kolaborasi dan kemitraan yang telah diberikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan.


“Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan melalui program beasiswa pendidikan magister (S2) di Inggris bagi anak-anak dan putra-putri terbaik Papua Selatan untuk mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi di Inggris,” kata Apolo.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Musamus beserta seluruh jajaran yang telah memberikan fasilitas Auditorium Universitas Musamus sebagai tempat pelaksanaan sosialisasi.


Apolo turut mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan yang telah menginisiasi dan mempersiapkan kegiatan tersebut, sehingga informasi mengenai program beasiswa dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan calon penerima beasiswa.


Menurut Apolo, sosialisasi tersebut merupakan kesempatan yang baik bagi peserta untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai program beasiswa Pemerintah Inggris.


Ia meminta para peserta mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh. Apolo menjelaskan, pendidikan magister di Indonesia pada umumnya ditempuh selama sekitar dua tahun, sementara sejumlah program magister di Inggris dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu tahun.


“Dengan demikian, apabila berangkat untuk memulai pendidikan pada September 2027, maka pada sekitar September 2028, setelah menyelesaikan program sesuai ketentuan universitas, diharapkan sudah dapat kembali ke tanah air,” ujarnya.


Apolo menambahkan, program tersebut merupakan beasiswa penuh sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga penerima beasiswa diharapkan dapat berkonsentrasi menyelesaikan pendidikannya.


Selama berada di Inggris, kata Apolo, para penerima beasiswa juga tidak sendirian karena terdapat banyak mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Inggris.


Selain itu, keberadaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London juga menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan kepada masyarakat Indonesia selama berada di Inggris.


“Sudah banyak putra-putri Indonesia, termasuk dari Papua, yang mendapatkan kesempatan belajar di berbagai negara dan perguruan tinggi di luar negeri, termasuk di Inggris. Saya berharap kesempatan ini juga dapat dimanfaatkan oleh putra-putri Papua Selatan,” katanya.

Ia juga mendorong para dosen Universitas Musamus yang masih menyelesaikan pendidikan S1 untuk memanfaatkan kesempatan tersebut guna melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di Inggris.

Menurut Apolo, Inggris memiliki sejarah, budaya, ilmu pengetahuan dan sistem pendidikan yang maju. Pengalaman belajar di negara tersebut juga dinilai dapat membuka wawasan peserta terhadap budaya, negara serta lingkungan akademik internasional.

“Saya berharap informasi mengenai beasiswa ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi hari ini,” katanya.

Apolo menyebutkan, informasi mengenai program beasiswa tersebut akan terus disebarluaskan melalui media sosial dan berbagai media lainnya, termasuk kepada peserta yang mengikuti sosialisasi secara daring melalui Zoom.

Ia mengatakan, tersedia 50 kuota beasiswa yang dapat dimanfaatkan putra-putri Papua Selatan untuk mengikuti program tersebut.

“Saya berharap dari kuota yang tersedia, sebanyak-banyaknya anak-anak Papua Selatan dapat mengikuti seleksi dan berhasil dinyatakan lulus. Saya berharap dari kegiatan sosialisasi ini akan lahir putra-putri Papua Selatan yang berhasil mendapatkan kesempatan belajar di Inggris,” pungkasnya. (*)

Editor : Weny Firmansyah
Apolo Safanpo GUBERNUR PAPUA SELATAN