CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Koa, Distrik Animha, Kabupaten Merauke, Selasa (18/8/2026).
Kunjungan tersebut untuk memastikan penyelesaian pembangunan jalan desa yang menjadi kebutuhan utama masyarakat setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Apolo didampingi Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Willem Rizard Pelamonia, Kepala BP3OKP Yoseph Yanawo Yolmen, Wakil Ketua III DPRP Papua Selatan Joseph Albin Gebze, serta jajaran Forkopimda.
“Kunjungan kami pada hari ini adalah untuk bertatap muka, bersilaturahmi, dan berdialog secara langsung dengan masyarakat,” kata Apolo saat melakukan tatap muka dengan masyarakat Kampung Koa.
Menurut Apolo, kunjungan tersebut sekaligus untuk memastikan tindak lanjut pembangunan jalan desa yang sebelumnya diusulkan Kepala Kampung dan Ketua Adat Kampung Koa melalui surat resmi kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan.
“Surat tersebut kemudian kami tindak lanjuti dengan memberikan tugas kepada perusahaan GPA dan MNM untuk segera membangun jalan desa yang dibutuhkan oleh masyarakat Kampung Koa,” ujarnya.
Apolo menjelaskan, masyarakat Kampung Koa selama ini mengalami keterisolasian karena belum memiliki akses jalan darat yang menghubungkan kampung tersebut dengan ibu kota Kabupaten Merauke.
Selama ini, masyarakat harus menggunakan perahu melalui jalur sungai menuju Kali Kung hingga ke Salor, kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur darat menuju Merauke.
“Kita membuka jalan desa sepanjang kurang lebih 6,5 kilometer dari Kampung Koa menuju areal perkebunan tebu MNM,” jelasnya.
Selanjutnya, ruas jalan tersebut akan dihubungkan dengan jalan provinsi yang telah dibangun dan diaspal dari Kartini hingga Nalkin.
“Kita berharap badan jalan yang sudah dibangun ini dapat terus ditingkatkan. Pemerintah Provinsi Papua Selatan selanjutnya akan berupaya meningkatkan kualitas jalan, mulai dari pengerasan dengan material yang lebih baik, kemudian semen, hingga pada akhirnya dapat dilakukan pengaspalan,” kata Apolo.
.
Ia menilai, pembangunan akses jalan tersebut akan memberikan dampak besar bagi masyarakat Kampung Koa, terutama dalam membuka akses terhadap pelayanan dasar.
“Kita berharap dengan adanya ruas jalan desa ini, masyarakat Kampung Koa dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap pelayanan kesehatan dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi. Demikian pula akses terhadap pendidikan akan semakin terbuka,” ujarnya.
Selain membuka akses pelayanan dasar, pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut Apolo, akses transportasi yang lebih baik akan memudahkan masyarakat membawa dan memasarkan hasil-hasil bumi dari Kampung Koa ke wilayah lain, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Jalan desa yang menghubungkan Kampung Koa dengan pusat distrik ini diharapkan menjadi urat nadi bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kampung Koa dan sekitarnya di masa yang akan datang,” katanya.
Apolo berharap pembangunan jalan desa tersebut dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah dalam membuka keterisolasian wilayah.
“Semoga pembangunan jalan desa ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, membuka keterisolasian, memperlancar akses pendidikan dan kesehatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(*)
Editor : Lucky Ireeuw