Gubernur Apolo Safanpo Ajak Warga Papua Selatan  Doakan Korban Gempa NTT

Yulius Sulo • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:27 WIB
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat memberikan keterangan kepada pers usai menjadi Irup peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) 
(CEPOSONLINE.COM/SULO)   
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat memberikan keterangan kepada pers usai menjadi Irup peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026)  (CEPOSONLINE.COM/SULO)   

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE - Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengajak warga Papua Selatan mendoakan korban yang mengalami musibah gempa beberapa waktu lalu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).  

"Marilah kita juga mendoakan saudara-saudara kita di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang beberapa waktu lalu mengalami musibah," pinta Gubernur Apolo.

Mantan Dosen Uncen Jayapura ini berharap  semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan, ketabahan, dan kemampuan kepada seluruh masyarakat untuk bangkit kembali, membangun daerah.

Lanjut dia, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur sesuai dengan cita-cita luhur bangsa kita.

Dari informasi yang diperoleh, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT pada Sabtu 15 Agustus 2026 pagi. Hotel dan fasilitas di Labuan Bajo rusak karena gempa tersebut.

BMKG awalnya mencatat gempa bermagnitudo 7,0 yang terjadi pukul 05.58 WITA, lalu memperbarui kekuatannya menjadi M7,7. Warga Labuan Bajo dilaporkan panik dan berhamburan ke luar rumah saat guncangan terasa kuat.

Hingga Senin sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 68 orang korban jiwa yang terdampak gempa bum.

Iya menyebut, korban jiwa tersebut berasal dari Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nagekeo sebanyak 8 jiwa.

Selanjutnya, Kabupaten Sikka 4 jiwa, Kabupaten Ende 2 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat 2 jiwa, dan Kabupaten Ngada 2 jiwa. Selain korban jiwa, BNPB juga mendata bahwa terdapat 213 orang yang mengalami luka-luka. (*)

Editor : Agung Trihandono
Apolo Safanpo PAPUA SELATAN