Pemprov Papua Selatan Perkuat Konektivitas Transportasi, Dorong Pengembangan Bandara dan Pelabuhan

Yulius Sulo • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 14:16 WIB
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat melakukan  pertemuan dengan manajemen PT Smart Cakrawala Aviation dan jajaran pimpinan Kementerian Perhubungan RI di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
(CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL) 
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat melakukan  pertemuan dengan manajemen PT Smart Cakrawala Aviation dan jajaran pimpinan Kementerian Perhubungan RI di Jakarta, Kamis (6/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus memperkuat konektivitas transportasi sebagai salah satu fondasi penting dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan akses masyarakat di wilayah tersebut.


Komitmen itu diwujudkan melalui rangkaian pertemuan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, bersama manajemen PT Smart Cakrawala Aviation dan jajaran pimpinan Kementerian Perhubungan RI di Jakarta, Kamis (6/8/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Apolo didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan Michael R. Gomar dan Staf 
Khusus Gubernur Peter Tukan.


Pertemuan pertama dilakukan bersama Presiden Direktur PT Smart Cakrawala Aviation, Pongky Majaya, beserta jajaran manajemen.


Pembahasan difokuskan pada peningkatan layanan penerbangan PT Smart Air yang selama ini melayani sejumlah wilayah di Papua Selatan, termasuk dukungan distribusi logistik dari Tanah Merah menuju Kabupaten Pegunungan Bintang serta dari Merauke ke berbagai daerah.


Gubernur Apolo 
menegaskan, transportasi udara memiliki peran vital dalam membuka akses masyarakat di wilayah pedalaman sekaligus memperkuat rantai pasok logistik.


Menurutnya, konektivitas udara yang semakin baik akan mendukung kelancaran pelayanan publik dan aktivitas ekonomi di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat maupun laut.


Usai pertemuan tersebut, Gubernur Apolo bersama rombongan melanjutkan agenda ke Kantor Kementerian Perhubungan RI.


Rombongan diterima Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Ir. Lukman F. Laisa, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, serta sejumlah pejabat eselon dan kepala biro di lingkungan Kementerian Perhubungan.


Dalam pertemuan itu, Gubernur Apolo memaparkan berbagai kebutuhan pengembangan infrastruktur dan layanan transportasi di Papua Selatan yang memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga Program Strategis Nasional 
(PSN).


Sejumlah usulan strategis disampaikan, di antaranya pembangunan dua unit garbarata di Bandar Udara Mopah Merauke yang direncanakan dilaksanakan pada 2027.


Pemprov Papua Selatan juga mengusulkan kajian perluasan Pelabuhan Yos Sudarso Merauke untuk pengembangan depo peti kemas dan pelabuhan rakyat.


Selain itu, Gubernur mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Replacement Segmen II Pelabuhan Agats, Kabupaten Asmat, yang ditargetkan rampung pada November 2026.


Tidak hanya pembangunan infrastruktur, perhatian juga diarahkan pada peningkatan kualitas layanan transportasi bagi masyarakat.
Di sektor penerbangan, Gubernur Apolo mendorong optimalisasi penerbangan perintis agar semakin berpihak pada kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman.


Ia juga mengusulkan kebijakan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah pedalaman melalui transportasi laut, penyediaan perangkat komunikasi di lapangan terbang perintis, serta skema kontrak layanan penerbangan perintis yang dapat berlangsung lebih dari satu tahun.
Skema tersebut dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan pelayanan penerbangan bagi masyarakat di wilayah yang selama ini sangat bergantung pada transportasi udara.


Gubernur Apolo turut mendorong peningkatan keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam industri penerbangan, khususnya melalui pembukaan kesempatan kerja di maskapai penerbangan.


Selain sektor udara dan laut, Pemprov Papua Selatan juga meminta dukungan armada bus untuk melayani rute Merauke–Tanah Merah serta pengembangan layanan Trans Papua Selatan.


Menurut Apolo, pembangunan sistem transportasi yang terintegrasi merupakan salah satu kunci untuk mempercepat pembangunan Papua Selatan.


“Dengan konektivitas yang semakin baik, mobilitas masyarakat, distribusi logistik, investasi, hingga pelayanan dasar diharapkan dapat meningkat secara signifikan,” demikian pokok pemikirannya.


Pertemuan tersebut ditutup dengan penyerahan plakat cenderamata oleh Gubernur Apolo kepada jajaran Direktorat Jenderal di lingkungan Kementerian Perhubungan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan transportasi di Papua Selatan.( *)

Editor : Weny Firmansyah
Ceposonline.com PAPUA SELATAN