Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Ada Teriakan Saat Pelantikan Ikatan Pedagang Pasar  Mama-mama Asli Papua

Yulius Sulo • Selasa, 9 Juni 2026 | 12:31 WIB
Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa saat melantik Badan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Mama-mama Asli Papua Provinsi Papua Selatan, Selasa (9/6/2026)    
(Sulo/Ceposonline.com) 
Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa saat melantik Badan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Mama-mama Asli Papua Provinsi Papua Selatan, Selasa (9/6/2026)     (Sulo/Ceposonline.com) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE- Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa melantik Badan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Mama-Mama Asli Papua (IPPM2AP) Provinsi Papua Selatan di Hotel Panda Merauke, Selasa (9/6/2026).    

Sebagai Ketua Frederika Debat sebagai pendiri I yang juga saat ini menjabat sebagai anggota MRP Papua Selatan, Hubertus Aket sebagai pendiri II  dan Dominikus Duap, S.Pd, sebagai pendiri III dilengkapi koordinator bidang-bidang.

 
   Pelantikan ini sempat terhenti sejenak, dikarenakan adanya teriakan yang dilakukan oleh salah satu pengurus yang merasa tidak dipanggil saat pelantikan tersebut berlangsung. 

Namun setelah sempat diskor akhirnya pelantikan dilanjutkan.
Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa mengatakan, Ikatan Pedagang Pasar Mama-Mama  Asli Papua merupakan mitra strategis pemerintah daerah. 

Karena  lewat organisasi ini, pemerintah bisa bekerja sama untuk bagaimana mendukung pedagang pasar mama-mama asli Papua.   

‘’Kalau kemarin tunjuk sana tunjuk sini, bangun di hutan-hutan itu masih bersifat perorangan. Tapi dengan adanya organisasi ini, maka harus satu jalan dan satu arah. Tidak boleh juga ada dualisme organisasi. Cukup yang dilantik sekarang ini,’’ tandas Wabup Paskalis Imadawa.  

Pada kesempatan tersebut Wagub  meminta dengan hadirnya organisasi ini agar dapat menghilangkan kebiasaan mengayau, konsumtif  dan minta sama minta. Sebab, menurutnya, tiga kata itu membuat orang asli Papua tidak bisa maju.  

‘’Saya tidak mau kata mengurangi. Tapi, harus dihilangkan supaya kita bisa maju seperti saudara-saudara kita  dari luar,’’ tandasnya. 

Paskalis Imadawa juga ingin  agar Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan membuat peraturan daerah khusus (Perdasus) terkait dengan penjualan sagu di Papua Selatan dan ikan tawar.  

Sagu dan ikan tawar tersebut khusus dijual oleh orang asli Papua yang punya tanah ini namun dipayungi dengan regulasi dalam bentuk Perdasus. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
#mama mama papua #Ceposonline.com #PAPUA SELATAN