Fakhiri Minta Pemprov-Pemkot Jayapura Bersinergi Tangani Warga Terdampak Kebakaran Mandala

Elfira Halifa • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 07:29 WIB
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri  meninjau lokasi pengungsian korban kebakaran di belakang Stadion Mandala, Dok V, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, pada Selasa (1/9/2026) dini hari.(CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV).
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri  meninjau lokasi pengungsian korban kebakaran di belakang Stadion Mandala, Dok V, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, pada Selasa (1/9/2026) dini hari.(CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV).

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA-Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri meminta Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura berkolaborasi menangani warga terdampak kebakaran di RT 07 dan RT 02, RW 01, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.

Fakhiri menyebut kebakaran tersebut berdampak terhadap sekitar 500 kepala keluarga dengan jumlah warga terdampak mencapai 3.200 orang.

“Korban cukup banyak, ada 500-an kepala keluarga dengan jumlah masyarakat yang terdampak 3.200,” kata Fakhiri kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).

Fakhiri mengatakan dirinya bersama Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen dan Sekda Papua telah meninjau lokasi pengungsian korban kebakaran pada Senin (31/8/2026) malam.

Dari hasil peninjauan tersebut, pemerintah mendorong agar kebutuhan dasar warga terdampak segera ditangani, termasuk penyediaan tempat tinggal sementara dan makanan.

“Kami Senin (31/8/2026) malam, Pak Sekda, Pak Wagub dan saya tiba di sana. Kami sudah lihat kondisi. Kami pemerintah juga sudah dorong, kami minta juga dari pemerintah kota untuk kita berkolaborasi membantu dulu bagaimana mereka ini bisa masuk ke tenda-tenda, kemudian kami urus makannya,” ujarnya.

Selain kebutuhan pangan dan tempat tinggal sementara, Fakhiri meminta pelayanan kesehatan tetap tersedia di lokasi pengungsian.

Menurutnya, dampak kesehatan akibat bencana tidak selalu muncul pada saat kejadian, tetapi dapat dirasakan beberapa hari kemudian.

“Kesehatan juga sudah masuk, tetap kita minta pelayanan kesehatan ada di sana. Karena dampak dari kebakaran atau bencana itu bisa tiga hingga empat hari ke depan baru ada dampak bagi para pengungsinya,” katanya.

Karena itu, ia meminta pelayanan kesehatan bagi warga terdampak diperkuat, termasuk dengan menyiagakan ambulans di lokasi pengungsian.

“Jadi saya minta mereka benar-benar ditangani dari sisi kesehatan dengan baik. Kita siagakan juga ambulans,” ujarnya.

Fakhiri juga telah meminta Wali Kota Jayapura memastikan puskesmas disiagakan untuk memberikan pelayanan apabila sewaktu-waktu ada warga pengungsi yang membutuhkan penanganan medis.

“Saya sudah minta juga wali kota, puskesmas disiagakan sehingga jika terjadi sesuatu gampang untuk kita melayani masyarakat kita yang terdampak musibah,” katanya.

Fakhiri menegaskan penanganan warga terdampak membutuhkan kerja bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Terlebih, jumlah warga yang terdampak cukup banyak dan sebagian kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.

“Kami akan bicara dengan wali kota, mau diapakan ini para rakyat yang terdampak cukup banyak ini. Tentunya Pemerintah Provinsi Papua bersama-sama dengan pemerintah kota untuk bisa menangani dengan baik,” ucapnya.

Fakhiri berharap kebakaran serupa tidak kembali terjadi. Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menggunakan peralatan rumah tangga dan elektronik.

Menurutnya, kondisi cuaca yang cukup panas perlu diikuti dengan kewaspadaan lebih tinggi untuk mencegah potensi kebakaran.

“Saya berharap tidak terulang lagi. Situasi yang cukup panas, saya minta di setiap rumah tangga memperhatikan rumah mereka. Misalnya kalau mau keluar perhatikan kompor, perhatikan alat-alat elektronik, jangan sampai menimbulkan korslet yang berdampak pada kebakaran,” pungkasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
kebakaran matius fakhiri papua