CEPOSONLINE.COM,SORONG – Hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar terhadap sampel makanan dalam kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Muhammadiyah Al-Amin Kota Sorong, menemukan adanya bakteri Bacillus cereus pada buah naga potong.
Menanggapi hasil tersebut, Ketua Satgas MBG Kota Sorong, Ruddy Laku, meminta SPPG Malaimsimsa Klabulu melakukan perbaikan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Ruddy mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan MBG, terutama SPPG sebagai penyedia makanan.
"Dengan kejadian ini kami berharap supaya SPPG melakukan perbaikan total, supaya tidak terjadi kejadian seperti ini," kata Ruddy, Senin (28/9).
Ia menjelaskan, perbaikan tidak hanya berkaitan dengan makanan yang dinyatakan tidak memenuhi syarat, tetapi juga menyangkut seluruh proses pengolahan hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa.
Menurutnya, pengawasan terhadap waktu pengolahan dan pengantaran makanan harus diperketat. Makanan yang telah selesai dimasak tidak boleh terlalu lama disimpan sebelum dikonsumsi penerima manfaat.
Selain itu, kata Jenny pengawasan suhu penyimpanan bahan baku dan makanan matang harus dilakukan secara ketat. SPPG juga diminta memperhatikan batas waktu penyimpanan serta proses pengemasan dan penanganan makanan, khususnya buah potong.
Ruddy menegaskan, evaluasi tersebut penting karena kasus sebelumnya telah menimbulkan korban dari kalangan siswa dan guru SMP Muhammadiyah Al-Amin Kota Sorong.
Ia bahkan mengingatkan adanya sanksi apabila SPPG kembali tidak menjalankan prosedur yang ditetapkan hingga menimbulkan korban.
"SPPG sudah harus ambil langkah penting kalau tidak mau di-suspend lagi atau bahkan akan ditutup," tegasnya.
Ruddy menambahkan, berdasarkan penegasan dari BGN pusat, SPPG yang tidak melaksanakan prosedur dan kemudian menyebabkan korban dapat dikenakan sanksi hingga pencabutan izin.
Ruddy menambahkan, Satgas MBG Kota Sorong akan terus melakukan pengawasan. Sementara SPPG Malaimsimsa Klabulu masih ditutup sementara
Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kota Sorong, Meri Tandigau, menjelaskan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sejumlah sampel makanan dalam menu MBG tersebut.
Meri mengatakan sampel yang diperiksa terdiri dari nasi putih, ayam woku, tempe goreng tepung, tumis sawi dan tauge, buah naga potong serta air yang digunakan untuk mengolah pangan.
Dari pemeriksaan bakteriologis, kata Meri, seluruh sampel makanan memenuhi syarat keamanan pangan, kecuali buah naga potong.
"Untuk semua sampel makanan memenuhi syarat kecuali untuk sampel buah potong, buah naga potong," kata Meri.
Ia menjelaskan, buah naga potong ditemukan mengandung Bacillus cereus sebesar 2,5 x 10² CFU/gram. Sementara batas yang dipersyaratkan berada di bawah ambang batas kritis, yakni kurang dari 10² koloni/gram.
"Buah naga potong itu ditemukan Bacillus cereus sebesar 2,5 x 10² CFU/gram. Yang dipersyaratkan itu harus di bawah ambang batas kritis, di bawah 10² koloni/gram," jelasnya.
Atas hasil tersebut, pengawasan terhadap proses penyediaan makanan MBG dinilai perlu diperketat, mulai dari pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pengantaran hingga makanan dikonsumsi siswa.(*)
Editor : Agung Trihandono