Yamaha Aerox Boros atau Irit? Ini Faktor yang Memengaruhi Konsumsi BBM

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:46 WIB
Ilustrasi.(AI)
Ilustrasi.(AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Yamaha Aerox dikenal sebagai skutik dengan karakter sporty dan performa yang cukup kuat di kelas 150–160 cc.

Karakter tersebut sering memunculkan satu pertanyaan dari calon pembeli: Yamaha Aerox sebenarnya boros atau irit bensin?


Jawabannya tidak bisa ditentukan hanya dari kapasitas mesin.

Dilansir dari radarnganjuk.jawapos.com, konsumsi bahan bakar Aerox bisa berbeda cukup jauh antara satu pengguna dan pengguna lain karena dipengaruhi gaya berkendara, kondisi jalan, bobot yang dibawa, tekanan ban, perawatan mesin hingga kondisi sistem CVT.

Karena itu, Aerox tidak tepat langsung dicap boros hanya karena menggunakan mesin 155 cc.


Mesin Aerox Alpha 155 cc dengan VVA

Generasi terbaru Yamaha Aerox Alpha menggunakan mesin satu silinder 155,09 cc, berpendingin cairan, SOHC 4 katup, dan dilengkapi Variable Valve Actuation atau VVA.

Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 11,3 kW atau sekitar 15,4 PS pada 8.000 rpm dan torsi maksimum 14,2 Nm pada 6.500 rpm. Yamaha juga menggunakan sistem bahan bakar Fuel Injection.

Kapasitas tangkinya mencapai 5,5 liter.

Spesifikasi tersebut membuat Aerox memiliki tenaga yang cukup besar untuk ukuran skutik harian.

Namun, tenaga besar bukan berarti bensin otomatis boros.  Cara pengendara menggunakan tenaga itulah yang sangat menentukan.


Gaya Berkendara Jadi Faktor Paling Besar

Salah satu penyebab konsumsi BBM Aerox terasa boros adalah kebiasaan membuka gas secara agresif.

Aerox mempunyai karakter akselerasi yang responsif.

Jika pengendara sering membuka throttle dalam, melakukan akselerasi keras dari posisi berhenti, lalu kembali mengerem dan mengulanginya, konsumsi bahan bakar tentu akan meningkat.

Sebaliknya, penggunaan gas secara halus dan menjaga kecepatan lebih stabil biasanya membuat mesin bekerja lebih efisien.

Inilah mengapa dua pengguna Aerox dengan motor yang sama bisa mendapatkan hasil konsumsi BBM yang berbeda.

Kemacetan Bisa Membuat Konsumsi BBM Meningkat

Kondisi jalan juga memiliki pengaruh besar.
Aerox yang dipakai melaju stabil di jalan relatif lancar akan memiliki pola konsumsi berbeda dibanding motor yang setiap hari menghadapi kemacetan.

Dalam lalu lintas padat, motor terus mengalami siklus: berhenti, berakselerasi, mengerem, lalu kembali berakselerasi.

Energi yang digunakan untuk kembali menggerakkan motor dari kondisi diam membuat konsumsi bahan bakar meningkat.

Karena itu, pengguna yang setiap hari melewati jalan macet bisa merasa Aerox lebih boros dibanding pengguna yang menjalani rute panjang dengan kecepatan stabil.

Berat Pengendara dan Barang Ikut Berpengaruh

Aerox Alpha memiliki berat isi sekitar 124 kg pada varian Standard, 127 kg pada CyberCity, dan sekitar 130 kg pada Turbo serta Turbo Ultimate.

Saat ditambah berat pengendara, penumpang, serta barang bawaan, mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk berakselerasi.

Jika motor sering digunakan berboncengan atau membawa beban berat, konsumsi bensin bisa meningkat.

Pengaruhnya akan lebih terasa ketika perjalanan melewati tanjakan atau sering melakukan stop-and-go.

Tekanan Ban Jangan Disepelekan

Tekanan ban yang terlalu rendah membuat hambatan gulir meningkat.

Mesin kemudian membutuhkan tenaga lebih besar untuk mempertahankan kecepatan. Aerox Alpha menggunakan ban depan 110/80-14 dan belakang 140/70-14.

Karena ukuran ban belakang cukup lebar, menjaga tekanan sesuai rekomendasi pabrikan menjadi penting.

Tekanan ban yang tidak sesuai bukan hanya memengaruhi konsumsi bahan bakar, tetapi juga handling serta umur ban.

Kondisi CVT Bisa Membuat Motor Terasa Berat

Aerox menggunakan transmisi otomatis V-belt. Untuk varian Standard dan CyberCity digunakan CVT konvensional, sedangkan Aerox Alpha Turbo dan Turbo Ultimate memakai YECVT.

Kondisi komponen transmisi ikut memengaruhi efisiensi. V-belt, roller, pulley, maupun komponen CVT yang sudah aus atau kotor dapat membuat penyaluran tenaga tidak optimal.

Akibatnya, pengendara mungkin harus membuka gas lebih dalam untuk mendapatkan akselerasi yang sama.

Motor pun terasa lebih berat sekaligus berpotensi menghabiskan lebih banyak bahan bakar.

Karena itu, perawatan CVT sesuai jadwal tetap penting.

Filter Udara dan Busi Juga Berpengaruh

Tidak hanya CVT. Kondisi mesin juga menentukan efisiensi pembakaran.

Filter udara yang terlalu kotor dapat mengganggu aliran udara masuk.

Busi yang kondisinya sudah tidak optimal juga dapat menyebabkan proses pembakaran tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Jika mesin tidak bekerja optimal, konsumsi bahan bakar bisa meningkat meskipun gaya berkendara tidak berubah.

Itulah sebabnya servis berkala tidak hanya berhubungan dengan performa, tetapi juga efisiensi.

Aerox Turbo Bisa Lebih Boros Kalau Sering Mengejar Performa

Aerox Alpha Turbo dan Turbo Ultimate menggunakan teknologi Yamaha Electric Continuously Variable Transmission atau YECVT.

Sistem tersebut menghadirkan Turbo Riding Mode dan Y-Shift yang memungkinkan karakter akselerasi serta deselerasi lebih responsif.

Fitur ini tidak otomatis membuat motor boros. Namun, jika pengendara sering menggunakan mode berkendara yang lebih agresif dan terus mengejar akselerasi maksimum, konsumsi BBM tentu dapat meningkat.

Dengan kata lain, teknologi memberikan kemampuan.

Cara pengguna memanfaatkan kemampuan tersebut yang menentukan seberapa banyak bensin digunakan.

Ukuran Ban Lebar Juga Punya Konsekuensi

Aerox dikenal memiliki ban yang relatif lebar. Ban depan menggunakan ukuran 110/80-14, sedangkan bagian belakang memakai 140/70-14.

Ban lebar memberikan karakter handling dan tampilan sporty.

Namun secara umum, area kontak serta hambatan gulir dapat berbeda dibanding skutik dengan ban lebih kecil dan ringan.

Karena itu, Aerox memang tidak bisa selalu dibandingkan secara langsung dengan skutik 110 cc atau 125 cc yang dibuat dengan orientasi berbeda.

Modifikasi Bisa Mengubah Konsumsi Bensin

Banyak pemilik Aerox melakukan modifikasi. Mulai dari CVT, knalpot, ukuran ban, filter udara hingga pengaturan ECU.

Perubahan tersebut dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar.

Modifikasi CVT yang mengejar akselerasi misalnya, dapat membuat putaran mesin bekerja lebih tinggi pada kondisi tertentu.

Demikian pula dengan perubahan ECU atau sistem bahan bakar.

Jika tujuan utamanya mengejar performa, jangan heran apabila konsumsi BBM berbeda dari motor standar.

Jangan Terlalu Percaya Satu Angka Kilometer per Liter

Di internet mudah ditemukan klaim bahwa Aerox mampu menempuh sekian kilometer dengan satu liter bensin.

Masalahnya, angka tersebut tidak selalu dapat dibandingkan secara langsung.

Ada pengujian yang dilakukan di jalan kosong, ada yang melewati kemacetan, ada yang menggunakan metode full-to-full, dan ada pula yang hanya membaca indikator konsumsi BBM di panel instrumen.

Berat pengendara dan kecepatan rata-rata juga berbeda. Karena itu, angka konsumsi BBM lebih tepat digunakan sebagai referensi daripada jaminan.

Cara paling relevan untuk mengetahui konsumsi motor sendiri adalah melakukan pengukuran dengan kondisi penggunaan yang konsisten.


Cara Membuat Aerox Lebih Irit

Pengguna yang ingin menjaga konsumsi BBM dapat memulai dari kebiasaan sederhana.

Hindari membuka gas secara mendadak jika tidak diperlukan. Pertahankan kecepatan yang relatif stabil, pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi, dan jangan membawa beban berlebihan.

Servis berkala juga perlu dilakukan, terutama pemeriksaan filter udara, busi, injeksi, serta sistem CVT.

Pengguna Aerox Turbo juga dapat menyesuaikan gaya berkendara dan tidak selalu mengejar akselerasi maksimum apabila prioritasnya adalah efisiensi.

Jadi, Yamaha Aerox Boros atau Irit?

Jawabannya bergantung pada cara pemakaiannya. Aerox memang menggunakan mesin 155,09 cc dengan tenaga sekitar 15,4 PS sehingga karakter performanya berbeda dari skutik kecil 110 atau 125 cc.

Namun, kapasitas mesin saja tidak cukup untuk menyebut Aerox boros.

Jika digunakan dengan kecepatan stabil, tekanan ban terjaga dan kondisi mesin sehat, konsumsi bahan bakarnya dapat tetap terkontrol.

Sebaliknya, akselerasi agresif, kemacetan, membawa beban berat, tekanan ban rendah, kondisi CVT kurang baik hingga modifikasi berorientasi performa bisa membuat konsumsi BBM meningkat.

Jadi, pertanyaan Aerox boros atau irit pada akhirnya lebih tepat dijawab dengan melihat bagaimana dan di mana motor tersebut digunakan, bukan hanya melihat angka kapasitas mesinnya. (*)

Editor : AdminDua
motor