Rem Motor Bunyi Berisik Saat Direm? 5 Penyebab Ini Wajib Dicek

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:11 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Rem motor mengeluarkan suara berisik seperti decitan atau srek-srek saat tuas ditekan jangan langsung dianggap normal. 


Dilansir dari radarbogor.jawapos.com, dari kanal YouTube Pelosok Garage, bunyi tersebut bisa disebabkan kampas rem menipis, kotoran, permukaan kampas mengeras hingga cakram yang tidak rata. 


Bagi warga Kota Jayapura dan sekitarnya yang menggunakan motor setiap hari, mengenali penyebab bunyi rem penting untuk menjaga performa pengereman dan keselamatan.

 

*1. Kampas Rem Mulai Habis*


Kampas rem yang sudah tipis menjadi salah satu penyebab utama rem motor berbunyi. Ketika material kampas habis, bagian penopangnya bisa bergesekan langsung dengan piringan cakram.


Gesekan logam tersebut dapat menghasilkan suara kasar sekaligus merusak permukaan cakram. Karena itu, kampas rem yang sudah terlalu tipis sebaiknya segera diganti.


*2. Debu dan Kotoran Menumpuk*


Debu kampas, pasir atau kotoran yang masuk ke area pengereman juga dapat menimbulkan bunyi ketika rem digunakan.


Pada rem cakram, area kampas dan piringan perlu dijaga tetap bersih. Pembersihan dapat dilakukan menggunakan cairan pembersih rem yang sesuai dan hindari memberikan pelumas pada permukaan kampas atau cakram.


*3. Kampas Rem Mengeras*


Pengereman berulang, terutama saat melewati jalan menurun, dapat membuat temperatur kampas meningkat. 


Dalam kondisi tertentu, permukaan kampas bisa mengeras dan menjadi licin atau mengalami glazing.


Selain menimbulkan suara decitan, kondisi tersebut dapat membuat daya cengkeram kampas terhadap cakram berkurang. Jika permukaannya sudah rusak parah, kampas perlu diperiksa dan kemungkinan diganti.


*4. Piringan Cakram Tidak Rata*


Cakram motor yang aus, tergores dalam atau bergelombang dapat membuat tekanan kampas menjadi tidak merata.

 

Akibatnya, pengendara bisa merasakan bunyi kasar hingga getaran ketika tuas rem ditekan. Kondisi cakram perlu diperiksa untuk menentukan apakah masih bisa digunakan atau membutuhkan perbaikan maupun penggantian.


*5. Kampas Terkena Air atau Pelumas*


Setelah motor terkena hujan atau dicuci, rem terkadang bisa berbunyi karena permukaan cakram masih basah. Biasanya suara tersebut akan hilang setelah rem kembali bekerja dalam kondisi normal.


Namun, jika kampas atau cakram terkena minyak dan pelumas, masalahnya lebih serius. Permukaan rem bisa menjadi licin dan kemampuan pengereman menurun sehingga sumber kontaminasi harus segera ditangani.


Bunyi rem motor tidak selalu menandakan kerusakan serius, tetapi tetap perlu dicari penyebabnya. Apalagi jika suara disertai getaran, tuas rem terasa berbeda atau daya pengereman berkurang.


Bagi warga Bogor yang menggunakan motor setiap hari, pemeriksaan kampas dan cakram secara berkala penting dilakukan


Jangan menunggu suara semakin keras karena sistem rem merupakan salah satu komponen utama yang menentukan keselamatan berkendara.(*)

Editor : AdminDua
motor