KONI Papua Tengah Minta Cabor dan Pemda Perkuat Persiapan Atlet Jelang Pra-PON

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 09:09 WIB
Ketua KONI Papua Tengah, Yosua Tipagau saat memberikan keterangan kepada pers usai menghadiri pelantikan Cabor di Cafe Jakarta Nabire, Sabtu, (26/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Ketua KONI Papua Tengah, Yosua Tipagau saat memberikan keterangan kepada pers usai menghadiri pelantikan Cabor di Cafe Jakarta Nabire, Sabtu, (26/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Tengah meminta seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) dan pemerintah daerah di delapan kabupaten memperkuat persiapan atlet menjelang pelaksanaan Pra-PON 2027 dan PON 2028.

 

Permintaan tersebut disampaikan Ketua KONI Papua Tengah, Yosua Tipagau, usai mengikuti pelantikan tiga pengurus cabor masa bakti 2026-2030 di Cafe and Resto Jakarta, Nabire, Sabtu (26/9/2026).

 

Tiga cabor yang dilantik yakni Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi), Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), dan Rugby Union Papua Tengah. 

 

Pelantikan ini menyusul tiga cabor yang lebih dahulu dilantik pada Selasa (22/9/2026), yakni Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), dan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI).

 

Yosua menjelaskan, dari 32 cabor yang tercatat dalam rencana kerja KONI Papua Tengah, sebanyak 11 cabor telah memperoleh surat keputusan (SK) dari pengurus pusat berdasarkan rekomendasi KONI provinsi. Dari jumlah tersebut, enam cabor telah resmi dilantik, sementara lima lainnya masih menunggu jadwal pelantikan.

 

“Yang sudah ada SK dari pusat berdasarkan rekomendasi kami, KONI Papua Tengah, ada 11 cabor. Kemarin kami sudah melantik tiga, kemudian hari ini tiga lagi. Sisanya akan kami jadwalkan untuk pelantikan berikutnya,” jelas Yosua kepada media. 

 

Ia menegaskan, pelantikan pengurus cabor dilakukan sesuai ketentuan dan mandat dari pengurus besar masing-masing cabang olahraga. KONI Papua Tengah tidak mengambil alih kewenangan pengurus pusat, tetapi menjalankan mandat apabila diberikan untuk melantik pengurus di tingkat provinsi.

 

Yosua menargetkan pelantikan cabor yang telah memperoleh SK dapat diselesaikan paling lambat Oktober 2026. Dengan demikian, seluruh pengurus dapat segera menjalankan konsolidasi organisasi dan mempersiapkan atlet menghadapi agenda olahraga nasional.

 

“Kami harap bulan depan ini sudah selesai. Itu paling lambat. Kalau yang lain sudah beres, nanti akan saya sesuaikan,” katanya.

 

Menurut Yosua, persiapan menghadapi Pra-PON tidak bisa dilakukan secara mendadak. Karena itu, ia meminta pengurus cabor yang telah dilantik segera melakukan konsolidasi organisasi hingga ke delapan kabupaten untuk memperluas pembinaan dan menjaring atlet potensial.

 

“Kami sudah sampaikan bahwa pengurus cabor yang sudah kami lantik segera melakukan konsolidasi organisasi ke delapan kabupaten supaya dibentuk juga. Persiapan atlet harus mulai dilakukan dari sekarang,” ujarnya.

 

Selain peran pengurus cabor, Yosua menekankan pentingnya dukungan pemerintah kabupaten, khususnya para bupati, dalam memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Menurutnya, kabupaten memiliki peran penting karena atlet berada dan dibina di daerah masing-masing.

 

Ia mengatakan, KONI Papua Tengah telah menggelar rapat koordinasi dengan ketua-ketua KONI kabupaten sekitar dua bulan lalu untuk membahas dukungan pemerintah daerah terhadap persiapan atlet.

 

“Kami berharap bupati memberikan dukungan penuh kepada KONI di masing-masing kabupaten. Tidak harus banyak, tetapi bisa satu atau dua cabang olahraga yang menjadi fokus sesuai dengan potensi dan kesiapan daerah,” ungkapnya.

 

Yosua juga meminta setiap kabupaten mulai mempersiapkan atlet melalui berbagai kegiatan dan kejuaraan daerah sebelum KONI Papua Tengah menggelar kejuaraan tingkat provinsi.

 

Setelah seluruh pengurus cabor dilantik, KONI Papua Tengah berencana menyelenggarakan kejuaraan provinsi sebagai wadah untuk melihat perkembangan dan kemampuan atlet dari masing-masing kabupaten. Atlet yang menunjukkan potensi dalam kejuaraan tersebut diharapkan dapat mewakili Papua Tengah dalam seleksi Pra-PON 2027.

 

“Harapan kami, kabupaten mendahului dengan mempersiapkan atlet melalui bentuk kegiatan apa pun. Nanti atlet yang ditemukan dalam kejuaraan provinsi bisa mewakili Papua Tengah untuk mengikuti seleksi Pra-PON tahun depan,” tutup Yosua. (*)

Editor : Elfira Halifa
Papua Tengah Koni Papua Tengah