CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Prestasi membanggakan dicatatkan oleh atlet muda dari Perkumpulan Bulutangkis (PB) Jayawijaya Kota Jayapura, Mickael Desman Pekey.
Laki-laki berusia 10 tahun itu berhasil mencatatkan sejarah sebagai Orang Asli Papua (OAP) pertama yang lolos mengikuti karantina di klub elit nasional, PB Djarum.
Mickael yang saat ini baru duduk di bangku kelas 4 SD terpilih melalui jalur “Super Tiket” setelah bersaing ketat dengan ratusan peserta dari seluruh Indonesia dalam seleksi di Makassar.
Ia menjadi satu dari tiga atlet kelompok Usia Dini yang berhak mengikuti tahap karantina PB Djarum pada September mendatang.
Prestasi ini tidak diraih dengan mudah. Anak bungsu dari tiga bersaudara ini sudah mengenal bulutangkis sejak Taman Kanak-Kanak (TK) lewat PB Jayawijaya.
Konsistensinya terbukti lewat sederet gelar di kejuaraan daerah (Open), mulai dari Juara 3 Pra Usia Dini Sorong Open 2024, Juara 3 Adhi Open 2024 dan 2025, Juara 1 Asmat Open 2024, hingga Juara 1 Mabar Jayawijaya 2026.
Menyambut kesempatan emas ini, atlet cilik yang mengidolakan Lee Chong Wei dan Kevin Sanjaya tersebut mengaku siap bekerja keras agar bisa resmi menjadi bagian dari PB Djarum.
“Saya akan latihan keras dan tidak perlu takut. Saya harus optimis karena masuk di PB Djarum itu impian semua atlet. Bangga sekali dapat kesempatan ini,” ungkap Mickael kepada Ceposonline.com, Senin (10/8/2026).
Laki-laki berdarah Paniai itu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pelatih serta PB Jayawijaya yang telah membimbingnya sejak awal.
“Terima kasih kepada Kak Amelia sudah membina saya sampai saat ini. Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa lolos masuk PB Djarum,” ujarnya.
Sementara itu, Owner PB Jayawijaya, Amelia Yena Febryanty, mengaku sangat bangga, pencapaian Mickael dinilai buah dari komitmen klub yang telah berjalan selama tiga setengah tahun untuk mengangkat potensi atlet muda Papua ke pentas nasional.
“Impian saya memang membawa anak-anak Papua ke panggung nasional, karena itu saya mendirikan PB Jayawijaya untuk merekrut mereka. Atas dukungan keluarga, kita bersyukur bisa mendorong Mickael tembus ke level nasional lewat PB Djarum,” ujar Amelia.
Amelia menilai Mickael memiliki bakat alami yang istimewa serta etos kerja yang tinggi dalam berlatih meski sesikit keras kepala.
“Saya melihat Mickael sangat jenius. Seperti ada “mata” di tangannya, ada sesuatu yang spesial dari dia. Saya percaya dia bisa lolos karena sangat rajin berlatih, meskipun anaknya cukup keras kepala. Dia adalah orang asli Papua pertama yang masuk karantina PB Djarum, dan kita semua harus bangga,” ucapnya.
Amelia berharap langkah Mickael dapat membuka mata publik dan menjadi inspirasi bagi generasi muda di Papua bahwa cabang olahraga bulutangkis juga bisa menjadi jalan prestasi, selain sepak bola yang selama ini lebih populer.
“Harapannya Mickael menjadi representasi anak-anak Papua, khususnya Orang Asli Papua. Bulutangkis selama ini identik bukan olahraganya anak Papua karena kebanyakan lebih suka main bola. Semoga prestasi Mickael ini bisa menjadi contoh nyata dan ia bisa lolos masuk ke PB Djarum,” pungkas Amelia. (*)