Prabowo Akui MBG Banyak Kekurangan, 2.600 Orang Diperiksa

Elfira Halifa • Dipublikasikan Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:29 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Presiden Prabowo Subianto mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih diwarnai berbagai kekurangan.

Ia meminta pengawasan diperketat dan penindakan dilakukan tanpa ragu terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Langkah ini dinilai penting untuk membenahi pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah tersebut, sekaligus memastikan kepentingan anak-anak Indonesia tetap menjadi perhatian utama.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna dua tahun pemerintahan, Rabu (21/10/2026), Prabowo mengungkapkan sejumlah langkah penindakan telah dilakukan.

Sebanyak 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, 203 orang diperiksa oleh Kejaksaan Agung, dan 353 orang diberhentikan dengan tidak hormat.

“MBG strategis, MBG vital, banyak kekurangan dalam pelaksanaan MBG. Kita akui. 13 orang sudah ditetapkan tersangka, 203 orang diperiksa Kejaksaan Agung. Sudah diberhentikan dengan tidak hormat 353 orang,” kata Prabowo, dilansir dari Jawa Pos, Sabtu (24/10/2026).

Selain itu, sebanyak 2.600 orang masih menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN). Prabowo meminta proses pemeriksaan dilakukan secara serius dan pihak yang terbukti bermasalah ditindak tegas.

“Dalam proses diperiksa Inspektorat BGN 2.600 orang. Jangan ragu-ragu ya. Pecat, bersihkan sampai bersih ya. MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Prabowo menegaskan, pentingnya program MBG bagi masa depan generasi muda tidak boleh membuat pemerintah mengabaikan persoalan dalam pelaksanaannya. Sebaliknya, berbagai kekurangan harus menjadi dasar evaluasi agar program tersebut berjalan sesuai tujuan.

Pengawasan yang ketat dan penindakan terhadap pelanggaran menjadi bagian penting dalam menjaga pelaksanaan program. Dengan demikian, MBG diharapkan dapat mencapai sasaran dan memberikan manfaat sebagaimana yang direncanakan.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo meminta masyarakat tidak merasa rendah diri terhadap kemampuan dan capaian Indonesia.

Ia menyinggung sejumlah program pemerintah, di antaranya swasembada pangan, Danantara, dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, sebagai bagian dari upaya memperkuat kepentingan nasional.

“Jadi saya minta jangan kita minder lagi. We are on the right track,” ungkap Prabowo.

Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme Prabowo terhadap arah pembangunan nasional. Namun, khusus untuk MBG, pengakuan atas berbagai kekurangan sekaligus perintah penindakan tegas menunjukkan bahwa pembenahan pelaksanaan program masih menjadi pekerjaan penting pemerintah. (*)

Editor : AdminDua
Mbg Prabowo Subianto