25 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Baru, Ada Saldo Awal Rp50 Ribu dari Pemerintah

Elfira Halifa • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 04:06 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening yang menyasar sekitar 25 juta warga berusia di atas 17 tahun dari kelompok desil 1 hingga 4.

 

Melalui program ini, pemerintah ingin memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sosial.

 

Dikutip dari Jawa Pos, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program tersebut ditargetkan meningkatkan inklusi keuangan nasional dari sekitar 93 persen menjadi mendekati 99 persen.

 

“Dengan program Satu Orang Satu Rekening ini, inklusivitas keuangan kita mendekati 99 persen. Jadi naik dari 93 persen menjadi 99 persen,” ujar Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

 

Airlangga menjelaskan, program ini dirancang untuk membantu masyarakat yang belum memiliki akses memadai terhadap layanan perbankan. Dengan kepemilikan rekening, masyarakat diharapkan lebih mudah mengakses layanan keuangan formal dan menerima bantuan pemerintah secara lebih efektif.

 

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyiapkan setoran awal sebesar Rp50.000 untuk setiap rekening. Data calon penerima disiapkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan bank syariah dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Badan Pusat Statistik (BPS), serta data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

 

Program Satu Orang Satu Rekening tidak hanya berfokus pada pembukaan rekening baru. Pemerintah juga berencana memanfaatkan rekening tersebut untuk mendukung penyaluran bantuan sosial dan berbagai program produktif masyarakat.

 

Airlangga menegaskan, kepemilikan rekening harus memberikan manfaat nyata bagi penerimanya, terutama dalam mempermudah akses terhadap bantuan pemerintah.

 

“Ini kami akan dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening,” katanya.

 

Salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah adalah bantuan beras senilai Rp17,55 triliun yang disiapkan untuk 33.244.408 keluarga. Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan subsidi upah sebesar Rp300.000 per bulan kepada 13,3 juta pekerja.

 

Pemerintah merencanakan penggunaan rekening yang sama untuk penyaluran sejumlah bantuan tersebut mulai kuartal IV 2026. Dengan skema ini, rekening penerima diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan program bantuan sekaligus meningkatkan efisiensi penyalurannya.

 

Selain menyasar masyarakat dewasa, pemerintah juga mendorong pengenalan layanan keuangan sejak usia sekolah melalui Program Rekening Pelajar.

 

Hingga saat ini, program tersebut tercatat telah diikuti 59,18 juta pelajar dengan total dana tabungan mencapai Rp27 triliun.

 

Peningkatan kepemilikan rekening, baik di kalangan pelajar maupun masyarakat dewasa, menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun kebiasaan menabung dan memperluas akses terhadap layanan keuangan formal.

 

Melalui program Satu Orang Satu Rekening, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat dapat mengakses layanan perbankan, menerima bantuan secara lebih mudah, serta memanfaatkan layanan keuangan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif. (*)

Editor : Elfira Halifa
rekening tabungan