Ini Bantuan Pemerintah yang Disiapkan Akhir 2026,  dari Beras Hingga BSU

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:42 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Sejumlah program bantuan dan insentif pemerintah disiapkan untuk mendukung daya beli masyarakat menjelang akhir 2026.

Dalam daftar bantuan pemerintah tersebut, terdapat bantuan beras 10 Kg, Bantuan Subsidi Upah (BSU), hingga diskon Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp31,8 triliun untuk mendukung rangkaian program tersebut. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendorong kegiatan ekonomi pada penghujung tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan persiapan program itu setelah mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Airlangga mengatakan berbagai insentif untuk periode Natal dan Tahun Baru telah dipersiapkan pemerintah.

"Diskon Natal Tahun baru juga seluruhnya sudah disiapkan. Dananya sekitar Rp31,8 triliun," kata Airlangga, dikutip dari Kantor Berita  Antara.

Lantas, apa saja program bantuan pemerintah yang disiapkan hingga akhir 2026? Berikut daftar program yang disampaikan Airlangga.


1. Bantuan Beras 10 Kg Selama Tiga Bulan

Bantuan pangan berupa beras 10 kilogram menjadi salah satu program yang disiapkan pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi kebutuhan menjelang akhir tahun.

Program ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan pengeluaran rumah tangga, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok.

Meski demikian, informasi mengenai jadwal penyaluran, mekanisme distribusi, dan kriteria penerima beras 10 Kg belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan Airlangga.

Masyarakat perlu menunggu informasi lanjutan dari instansi terkait untuk mengetahui siapa saja yang berhak menerima bantuan serta kapan penyalurannya dilakukan.


2. Bantuan Subsidi Upah (BSU)

BSU juga masuk dalam daftar bantuan pemerintah yang disiapkan menjelang akhir 2026. Program ini ditujukan bagi pekerja yang memenuhi ketentuan sebagai penerima bantuan subsidi upah.

Kehadiran BSU diharapkan dapat membantu menjaga daya beli pekerja di tengah kebutuhan rumah tangga yang meningkat pada penghujung tahun.

Namun, belum ada rincian lebih lanjut mengenai besaran bantuan BSU, persyaratan penerima, maupun jadwal pencairan yang disampaikan Airlangga dalam keterangan seusai sidang kabinet.

Karena itu, pekerja yang ingin mengetahui peluang menerima BSU perlu mengikuti pengumuman resmi dari kementerian atau lembaga yang menangani program tersebut.

Masyarakat juga disarankan berhati-hati terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama tautan pendaftaran atau pengecekan penerima bantuan yang meminta data pribadi.

3. Diskon Natal dan Tahun Baru (Nataru)

Selain bantuan langsung, pemerintah menyiapkan insentif berupa diskon untuk menyambut periode Natal dan Tahun Baru.

Program diskon Nataru diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola pengeluaran selama libur akhir tahun. Di sisi lain, berbagai potongan harga juga ditujukan untuk mendorong aktivitas ekonomi selama periode liburan.

Airlangga menyatakan persiapan program diskon tersebut telah dilakukan. Kendati demikian, rincian mengenai sektor yang memperoleh diskon, jenis insentif, masa berlaku, serta persyaratan penggunaannya belum dipaparkan secara lengkap.

Masyarakat perlu menunggu pengumuman resmi agar dapat mengetahui bentuk diskon yang tersedia dan cara memanfaatkannya.

Anggaran Bantuan Pemerintah Akhir 2026 Capai Rp31,8 Triliun

Dalam keterangannya, Airlangga menyebut anggaran sekitar Rp31,8 triliun disiapkan untuk mendukung rangkaian program pemerintah hingga akhir tahun.

Selain bantuan beras 10 Kg, BSU, dan diskon Nataru, ia turut menyinggung program terkait pembukaan rekening koran. Namun, penjelasan mengenai bentuk program, kelompok sasaran, dan mekanisme pelaksanaannya belum disampaikan secara terperinci.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna tersebut, Airlangga juga melaporkan perkembangan kondisi makroekonomi Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai sejumlah indikator ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi dan inflasi, masih mendukung pelaksanaan program pemerintah.

Rangkaian bantuan dan insentif ini disiapkan sebagai salah satu upaya untuk mempertahankan daya beli masyarakat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Hal yang Perlu Diketahui Masyarakat

Walaupun sejumlah program telah disampaikan pemerintah, informasi teknis mengenai bantuan akhir 2026 masih perlu ditunggu.

Untuk bantuan beras 10 Kg, masyarakat perlu memastikan jadwal distribusi dan kriteria penerima melalui pengumuman instansi terkait. Sementara itu, pekerja yang menantikan BSU perlu menunggu kepastian mengenai syarat, besaran bantuan, dan jadwal pencairan.

Adapun untuk diskon Nataru, informasi tentang jenis potongan harga dan periode berlakunya juga masih menunggu penjelasan lebih lanjut.

Dengan demikian, daftar bantuan pemerintah akhir 2026 yang telah disampaikan mencakup bantuan beras 10 Kg selama tiga bulan, BSU bagi pekerja yang memenuhi kriteria, serta diskon Natal dan Tahun Baru.

Masyarakat sebaiknya memantau kanal resmi pemerintah untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai persyaratan, jadwal, dan mekanisme masing-masing program. Jangan langsung mempercayai kabar pencairan atau tautan pendaftaran yang belum dikonfirmasi oleh instansi berwenang. (*)

Editor : Weny Firmansyah
EKONOMI Airlangga Hartarto