Baru Dilantik Jadi KSAD, Tandyo Tetapkan Papua sebagai Salah Satu Prioritas

Elfira Halifa • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:58 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memberikan pernyataan pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memberikan pernyataan pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Papua menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam prioritas kerja Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita setelah resmi dilantik.

 

Perhatian tersebut mencakup dua hal utama, yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanganan gangguan keamanan.

 

Tandyo menyampaikan hal itu seusai dilantik menjadi KSAD di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

 

Menurutnya, penyelesaian persoalan di Papua merupakan bagian dari program pemerintah yang perlu mendapat perhatian serius.

 

“Saya kira salah satu yang menjadi prioritas untuk penyelesaian dari program Bapak Presiden adalah Papua. Ya, apakah itu dari sisi kesejahteraan, apakah itu dari sisi gangguan keamanan,” ujar Tandyo, sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Jumat (16/10/2026).

 

Selain menyoroti Papua secara umum, Tandyo turut menyinggung perkembangan situasi keamanan di wilayah Maybrat, Papua Barat Daya.

 

Wilayah tersebut, kata dia, sempat menjadi perhatian dalam beberapa tahun terakhir karena gangguan keamanan.

 

Tandyo menyebut, dalam beberapa hari terakhir terdapat perkembangan berupa sejumlah orang yang dilaporkan turun dan ditangkap aparat di wilayah tersebut. Namun, ia tidak merinci jumlah orang yang dimaksud maupun detail penangkapan tersebut.

 

“Sekarang sudah banyak yang turun. Dalam dua-tiga hari ini, di Maybrat yang selama ini cukup ramai dua-tiga tahun yang lalu, kalau dimonitor dua hari yang lalu kan ada yang turun, ada yang kita tangkap,” tuturnya.

 

Ia berharap langkah aparat dapat memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang masih melakukan gangguan keamanan. Tandyo juga mengajak mereka untuk kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

“Tentunya ini akan menjadi deterrent kepada saudara-saudara kita yang belum sadar untuk bisa kembali ke NKRI,” katanya.

 

Pernyataan tersebut menempatkan penanganan keamanan sebagai salah satu perhatian KSAD di Papua. Di sisi lain, Tandyo juga menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat menjadi bagian dari prioritas penyelesaian persoalan di wilayah tersebut. (*)

Editor : AdminDua
papua TNI ksad