Terlibat Debt Collector, Sejumlah Pemuda Asal Papua Bentrok dengan Warga 

Abdel Gamel Naser • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 05:57 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Kepolisian Resor (Polres) Kudus mengamankan 25 orang yang diduga merupakan anggota kelompok penagih utang atau debt collector (DC) setelah terjadi bentrokan dengan warga di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/10/2026).

 

Puluhan orang tersebut sebagian berasal dari Papua. Kapolda dan Kapolres nampak turun langsung mengecek situasi di lapangan. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyampaikan bahwa kepolisian telah menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka dalam kasus bentrokan tersebut.

 

Pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan perkara ini berasal dari kelompok penagih utang, penghubung, hingga pengguna jasa penagihan. Dalam konferensi pers di lokasi kejadian pada Rabu (14/10/2026), Roy menjelaskan bahwa polisi telah mengamankan 21 orang yang datang ke lokasi.

 

Selain itu, terdapat tiga orang yang masuk dalam kelompok pengguna jasa dan akan dimintai pertanggungjawaban lebih lanjut. “Kita sudah menetapkan beberapa tersangka, termasuk pengguna jasa dan penghubung, termasuk 25 orang datang ke sini,” ujar Roy.

 

Ia menambahkan, penyidik juga berencana meminta keterangan dari PT Jawara, perusahaan yang disebut menggunakan jasa penagihan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mendalami keterlibatan perusahaan sekaligus memastikan pertanggungjawaban pihak-pihak terkait.

 

Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti peristiwa tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Petugas juga menemukan sejumlah senjata tajam (sajam) serta empat sertifikat tanah di dalam kendaraan kelompok debt collector tersebut.

 

Selain itu ada tujuh mobil yang berkaitan dengan kelompok tersebut. "Ada tujuh mobil. Kita periksa semua. Tadi ditemukan juga sajam, tetapi akan kita cek lagi itu punya siapa dan bagaimana ceritanya bisa sampai di situ," ungkapnya. 

 

Dari video yang beredar, Kapolres saat berbicara di depan 25 orang tersebut terlihat sebagian besar berasal dari Papua. Hanya masih dilakukan pendataan status apakah sedang kuliah atau memang bekerja sebagai penagih hutang. "Nanti kami data dulu," tutup Roy. (*)

Editor : AdminDua
bentrok POLRES