Niat Ngopi Usai Ibadah di Mimika, 4 Warga Justru Jadi Korban Serangan Panah

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 08:45 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA-Niat hati menikmati secangkir kopi hangat usai beribadah demi merilekskan pikiran, empat warga di kawasan Jileale, Kelurahan Tunas Matoa, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, justru harus berurusan dengan gawat darurat rumah sakit pada Jumat, 9 Oktober 2026 malam. 

Alih-alih kafein yang merasuk, mata panah malam itu telanjur mendarat di tubuh mereka.

Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, merinci identitas keempat korban yang malam itu mendadak jadi sasaran empuk, yakni Litin Wenda, Nakaso Kogoya, Pendirina Wenda, dan Anus Yikwa.

"Akibat insiden tersebut, Litin mengalami luka pada bagian tubuh akibat terkena panah, Nakaso menderita luka di dada kanan, sementara Pendirina terluka di bahu kiri dan tulang belakang. Adapun Anus Yikwa harus menanggung dua penderitaan sekaligus: luka panah di paha kiri serta lutut kiri yang lecet akibat terjatuh saat pontang-panting menyelamatkan diri," ungkap Iptu Yusak.

Kronologi bermula ketika para korban bersama warga sekitar rampung menunaikan ibadah di salah satu rumah warga. Sembari merajut kebersamaan, gelas-gelas kopi pun disuguhkan. 

Namun, ketenangan malam itu buyar seketika tatkala sekitar lima orang tak diundang muncul dari arah jembatan dan langsung melepaskan rentetan panah.

Berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian, gerombolan penyerang tersebut diidentifikasi berasal dari kawasan Kwamki Narama sendiri.

“Saksi melihat sekelompok orang yang datang dari arah SP 3 kuburan yang gelap dan langsung membuang panah ke arah masyarakat yang sedang meminum kopi,” kata Kapolsek Kwamki, Minggu (11/10/2026).

Seketika suasana berubah kacau. Secangkir kopi yang tadinya mengepul hangat ditinggal begitu saja demi nyawa. Para warga spontan kocar-kacir menyelamatkan diri.

Tak berselang lama, personel Polsek Kwamki Narama yang menerima laporan langsung bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi para korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.(*)

Editor : Elfira Halifa
anak panah mimika Polres Mimika