CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Lulusan jurusan Informatika dan bidang teknologi informasi menjadi salah satu kelompok yang patut memantau rekrutmen CPNS 2027.
Alasannya bukan semata karena perkembangan industri digital, tetapi karena pemerintah telah menunjukkan kebutuhan terhadap talenta digital dalam transformasi birokrasi.
Pada persiapan rekrutmen ASN 2024, Kementerian PANRB menyatakan pemerintah menyiapkan talenta digital dari kalangan fresh graduate.
Talenta tersebut diarahkan untuk mendukung transformasi pelayanan publik dan digitalisasi berbagai sektor, mulai dari pertanian, perindustrian, pariwisata hingga perdagangan.
Pemerintah juga menyebut kebutuhan talenta digital bukan hanya untuk pekerjaan yang berhubungan langsung dengan layanan digital.
Digitalisasi dapat masuk ke sektor produksi dan pelayanan di daerah.
*Bukan hanya lulusan Teknik Informatika*
Calon pelamar sering mengira bahwa hanya lulusan Teknik Informatika yang dapat melamar pekerjaan di bidang teknologi.
Kenyataannya, nomenklatur jabatan dan kualifikasi pendidikan yang ditetapkan instansi dapat mencakup beberapa program studi.
Karena itu, lulusan Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Rekayasa Perangkat Lunak, Keamanan Siber, Data Science atau bidang terkait perlu membaca setiap pengumuman secara rinci.
Bahkan, pola formasi pemerintah sebelumnya menunjukkan kebutuhan teknologi dapat muncul dalam berbagai kementerian dan lembaga.
Artinya, peluang tidak selalu terkonsentrasi pada instansi yang secara nama identik dengan teknologi.
*Mengapa talenta digital dibutuhkan?*
Transformasi digital pemerintah mencakup pengelolaan data, aplikasi, sistem informasi, keamanan informasi, integrasi layanan, analisis data dan digitalisasi proses administrasi.
Kementerian PANRB pada 2024 menyebut terdapat ribuan kebutuhan talenta digital yang disiapkan untuk IKN dan pemerintah daerah.
Dari hasil verifikasi dan validasi saat itu, disebutkan terdapat 2.906 kebutuhan talenta digital untuk IKN dan 19.817 untuk pemerintah daerah.
Angka tersebut merupakan kebutuhan pada 2024 dan tidak dapat dianggap sebagai kuota CPNS 2027.
Namun, data tersebut memperlihatkan bahwa kompetensi digital telah menjadi bagian dari perencanaan kebutuhan ASN.
*Kompetensi tambahan bisa menjadi pembeda*
Bagi mahasiswa yang ingin mempersiapkan diri menghadapi seleksi mendatang.
kemampuan tambahan seperti analisis data, pengembangan aplikasi, basis data, cloud computing, keamanan siber dan pemahaman proses bisnis pemerintahan dapat menjadi kompetensi yang relevan dengan pekerjaan teknologi.
Namun, kompetensi tambahan tersebut tidak menggantikan persyaratan formal. Ketika formasi diumumkan, pelamar tetap harus memenuhi kualifikasi pendidikan dan persyaratan lain yang ditentukan instansi.
Untuk CPNS 2027, lulusan teknologi informasi sebaiknya tidak hanya mencari kata "informatika" pada daftar formasi.
Pencarian harus dilakukan berdasarkan jabatan, kualifikasi pendidikan, instansi dan unit penempatan.
Pemerintah sendiri menggunakan sistem perencanaan kebutuhan ASN yang terintegrasi.
BKN menjelaskan bahwa perencanaan kebutuhan, informasi jabatan, perekrutan dan seleksi merupakan bagian dari sistem manajemen ASN.
Dengan demikian, peluang bagi lulusan teknologi informasi sangat bergantung pada kebutuhan organisasi pemerintah pada saat formasi 2027 ditetapkan.(*)
Editor : Weny Firmansyah