Bukan Sekadar Syarat Lulus, Riset Tugas Akhir Kampus Harus Sesuai Kebutuhan Daerah  

Agung Trihandono • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 10:55 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto membawakan sambutan dalam rangka pengukuhan mahasiswa baru Institut Teknologi Del di Toba, Sumatera Utara, Sabtu (26/9/2026). (Ceposonline.com/ANTARA/HO-Kemdiktisaintek)
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto membawakan sambutan dalam rangka pengukuhan mahasiswa baru Institut Teknologi Del di Toba, Sumatera Utara, Sabtu (26/9/2026). (Ceposonline.com/ANTARA/HO-Kemdiktisaintek)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Banyak persoalan yang hingga saat dihadapi setiap daerah. Hanya saja riset atau penelitian yang dilakukan mahasiswa di perguruan tinggi sering kali hanya syarat untuk lulus, belum relevan dan berkontribusi terhadap kebutuhan daerah.

 Oleh karena itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mendorong civitas akademika untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat kontribusinya bagi masyarakat melalui riset yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

 

Seperti dilansir Antara, Menteri Brian mendorong perguruan tinggi memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah (Pemda). Salah satu bentuknya dapat dilakukan dengan mengarahkan penelitian dan tugas akhir mahasiswa, untuk menjawab persoalan nyata di daerah.

 

"Tugas akhir-tugas akhir dari mahasiswa kita atur sedemikian rupa, sehingga mereka membuat skripsi yang membahas atau menyelesaikan masalah-masalah di Pemda," kata Mendiktisaintek dalam keterangan di Jakarta, Senin.

 

Menurut Menteri Brian, keterhubungan antara aktivitas akademik dan kebutuhan pembangunan daerah dapat membuat pengetahuan yang dihasilkan perguruan tinggi semakin relevan.

 

Perguruan tinggi dapat mengambil peran melalui riset dan kajian yang mendukung penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.

 

Dalam upaya tersebut, Mendiktisaintek menekankan pentingnya peningkatan mutu yang dilakukan secara berkelanjutan

 

"Kami berharap ini terus-menerus dilakukan, istilahnya continuous improvement. Kalau akreditasi itu kan konsep dasarnya continuous improvement, peningkatan berkelanjutan," ucap dia.

 

Menurut Brian, penguatan mutu, kolaborasi dengan pemerintah daerah, perluasan akses pendidikan, serta optimalisasi jejaring alumni diharapkan semakin memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

 

Kemdiktisaintek terus mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi, penguatan ekosistem akademik, serta lahirnya lulusan yang kompeten dan mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

 

Mendiktisaintek juga menyoroti pentingnya perluasan akses masyarakat, terhadap pendidikan tinggi. Salah satu dukungan pemerintah yang adalah Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, bagi mahasiswa yang memenuhi ketentuan.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada perguruan tinggi, yang telah berpartisipasi menerima mahasiswa penerima KIP Kuliah.

 

"Saya selalu menyampaikan terima kasih untuk kampus-kampus yang sudah bersedia menerima KIP Kuliah," ucap Mendiktisaintek. (*)

Editor : Agung Trihandono
riset mahasiswa