CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA— Ada momen unik ketika Presiden Prabowo Subianto berbicara mengenai capaian pemerintahannya di hadapan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.
Dilansir LombokPost, Prabowo mengaku justru terkejut setelah membaca sebuah buku yang merangkum berbagai capaian pemerintahannya.
Buku tersebut, menurut Prabowo, disusun oleh tim internal pemerintah dan sebelumnya tidak diketahuinya.
“Saya sendiri kaget, saya tidak tahu mereka bikin buku itu. Benar, tahu-tahu dikasih buku itu ke saya. Saya baca, oh iya ya. Begitu banyak yang telah kita capai,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan, setelah membaca rangkuman tersebut, dirinya baru menyadari banyaknya program yang telah dikerjakan pemerintah selama hampir dua tahun masa kepemimpinannya.
“Saya sendiri tidak begitu mengerti berapa banyak yang telah kita perbuat untuk rakyat Indonesia,” lanjutnya.
Buku tersebut kemudian menjadi bagian dari narasi Prabowo mengenai hasil kerja pemerintah menjelang dua tahun pemerintahannya.
Sebelumnya, pada Juli 2026, Prabowo menyebut pemerintah telah menyelesaikan 108 persoalan kronis bangsa dalam 18 bulan pertama.
Ia mengatakan jumlah persoalan yang telah ditangani terus bertambah seiring berjalannya pemerintahan.
Dalam perkembangan berikutnya, pemerintah juga menyebut telah menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 21 bulan pemerintahan. Klaim tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai pangan, energi hingga kebijakan ekonomi.
Karena itu, kemunculan buku capaian tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari upaya pemerintah mendokumentasikan berbagai kebijakan dan hasil kerja selama periode awal pemerintahan.
Namun, daftar capaian dalam buku tersebut tetap merupakan dokumentasi dari pihak pemerintah. Dampak dan keberhasilan setiap program tentu memiliki indikator serta ukuran masing-masing.
Prabowo menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu capaian penting.Ia menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan dan memiliki cadangan pangan yang cukup.
Pemerintah, kata dia, juga telah menyiapkan langkah menghadapi potensi gangguan produksi akibat El Nino dan kekeringan.
“Alhamdulillah swasembada pangan sudah, cadangan pangan kita cukup. Langkah-langkah kita sudah antisipasi cuaca yang tidak baik, El Nino, kekeringan, kita siap,” ujar Prabowo.
Baginya, kemandirian pangan merupakan bagian dari kemampuan sebuah negara untuk berdiri di atas kekuatan sendiri. Pemerintah sebelumnya menyatakan kebijakan tersebut berkaitan dengan pengembangan biodiesel B50. Dalam keterangan pemerintah, penghentian impor solar sejak 1 Juli 2026 disebut mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau USD9,5 miliar.
Prabowo juga menyinggung kemampuan akademisi Indonesia mengembangkan bahan bakar dari sumber daya dalam negeri, termasuk kelapa sawit.
“Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya, dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil membuat solar dari kelapa sawit,” kata Prabowo.
Pidato Prabowo tidak hanya berisi daftar capaian pemerintah.Pemerintah sebelumnya menyatakan kebijakan tersebut berkaitan dengan pengembangan biodiesel B50.
Dalam keterangan pemerintah, penghentian impor solar sejak 1 Juli 2026 disebut mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau USD9,5 miliar.(*)
Editor : AdminDua