CPNS BAKAMLA Wajib Bisa Renang? Intip Deretan Tes Fisik Ekstrem Ini

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 06:14 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Membayangkan seleksi CPNS di sebuah instansi yang berkaitan dengan keamanan laut, sebagian pelamar mungkin langsung berpikir tentang ujian tertulis, wawancara dan pemeriksaan administrasi.


Namun, bagi calon pelamar formasi tertentu di Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (BAKAMLA), tantangan yang dihadapi bisa jauh lebih beragam.


Dilansir dari radarbogor.jawapos.com, salah satu bagian yang patut diperhatikan adalah tes kesamaptaan atau tes fisik.


Untuk formasi Anak Buah Kapal (ABK), rangkaian ujian yang disebutkan mencakup sejumlah aktivitas fisik. 


Mulai dari lari 12 menit, pull up, push up, sit up, shuttle run hingga renang sejauh 50 meter.

 

Bagi sebagian peserta, justru tes terakhir inilah yang menjadi tantangan terbesar


Mengapa kemampuan renang menjadi penting?


Bekerja di lingkungan yang berkaitan dengan laut tentu berbeda dengan pekerjaan yang seluruh aktivitasnya berlangsung di dalam ruangan.


Kemampuan dasar di air dapat menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan untuk formasi tertentu.


Peserta yang memiliki kemampuan renang baik mungkin merasa lebih percaya diri. 


Sebaliknya, mereka yang selama ini jarang masuk kolam renang perlu melakukan persiapan lebih serius.


Renang bukan sekadar persoalan mampu bergerak dari satu sisi kolam ke sisi lainnya. 


Peserta juga harus mampu mengatur napas, menjaga ritme gerakan dan mempertahankan stamina.


Belum selesai setelah turun dari kolam


Menariknya, peserta tidak hanya diuji di air. Rangkaian tes juga mencakup lari selama 12 menit. Ujian ini membutuhkan kemampuan mempertahankan ritme selama durasi tertentu.


Kemudian terdapat push up dan sit up yang menguji daya tahan otot, serta pull up untuk mengukur kekuatan tubuh bagian atas.


Ada pula shuttle run 10 meter x 6 putaran yang menguji kecepatan sekaligus kemampuan mengubah arah.


Jika seluruh rangkaian dilakukan dalam satu periode tes, peserta membutuhkan strategi pengaturan tenaga. 


Mengeluarkan seluruh tenaga di awal dapat membuat stamina cepat terkuras ketika memasuki ujian berikutnya.


Jangan baru berlatih ketika pengumuman keluar


Kesalahan yang sering dilakukan peserta adalah menunggu pengumuman seleksi baru kemudian memulai latihan fisik.


Padahal, kemampuan fisik membutuhkan proses.

 

Seseorang tidak bisa berharap daya tahan meningkat drastis hanya dalam beberapa hari. 


Begitu pula kemampuan renang dan kekuatan tubuh yang membutuhkan latihan bertahap.


Karena itu, calon peserta yang sejak awal sudah mengetahui formasi yang ingin dituju sebaiknya memahami seluruh tahapan seleksi dan mulai menyesuaikan persiapan.


Yang paling penting, jangan hanya mengandalkan informasi dari media sosial atau pengalaman peserta lain. 


Selalu cek ketentuan resmi BAKAMLA pada periode seleksi yang diikuti, karena persyaratan dapat berubah


Bagi mereka yang benar-benar ingin berkarier di lingkungan kerja yang berkaitan dengan keamanan laut, tes fisik tersebut seharusnya tidak dilihat sebagai penghalang.


Justru, rangkaian tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk membuktikan bahwa mereka memiliki kesiapan fisik sesuai kebutuhan formasi yang dilamar. (*)

Editor : AdminDua
cpns tes