Kesal Telepon Ditutup Junior, Serda Ahmad Tewas Dikeroyok Empat Senior

Elfira Halifa • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 10:37 WIB
Puspomau mengumumkan telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad meninggal dunia pada 10 September lalu. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
Puspomau mengumumkan telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad meninggal dunia pada 10 September lalu. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA- Pusat Polisi Militer TNI AU (Puspomau) mengungkap motif 4 senior menganiaya Serda Ahmad Muzammil Farisa hingga meninggal dunia pada Kamis pekan lalu (10/9). 

 

Dilansir Jawapos.Com, tindakan itu dilakukan karena kesal telepon tersangka ditutup oleh juniornya di satuan. Komandan Puspomau Marsekal Madya TNI Daan Sulfi menyampaikan bahwa semua berawal dari Serda Mayzard yang menghubungi Serda RP melalui sambungan telepon untuk meminta bantuan. Namun, di tengah percakapan, RP menutup sambungan telepon tersebut.

 

”Seniornya meminta tolong untuk titip bahwa dia akan dinas, tugas luar ke luar kota, untuk memasukkan data namanya ke pesawat Angkatan Udara. Jadi, masalahnya di situ,” kata Daan.

 

Di tengah komunikasi melalui sambungan telepon tersebut, Serda RP menutup telepon saat pembicaraan masih berlangsung. Tindakan Serda RP membuat Serda Mayzard merasa tersinggung dan marah. Sehingga Rabu (9/9), Serda Mayzard mengumpulkan juniornya, termasuk Serda Ahmad, di belakang Mess Galaksi sekitar pukul 21.10 WIB.

 

Serda RP kemudian mendapat hukuman push up dan sit up masing-masing 100 kali. Saat itulah 3 tersangka lainnya, yakni Serda Jordan Martua, Serda Muh. Aldhi D, dan Serda Andri Hiskia tiba di lokasi untuk bergabung dengan Serda Mayzard. Serda Jordan memukul Serda Ahmad sebanyak 3 kali.

”Setelah menerima pukulan ketiga, korban langsung jatuh jongkok dan lemas, terjatuh, kemudian berikutnya langsung pingsan,” jelas Daan.(*)

Editor : Elfira Halifa
tni au