CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA- Plt. Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah di Badan Komunikasi (Bakom) Ulta Levenia Nababan menanggapi polemik terkait pernyataannya mengenai proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP).
Ia menegaskan, HAARP bukan isu baru karena sudah jadi pembicaraan global sejak lama. Anak buah Presiden Prabowo Subianto itu mengatakan masyarakat Indonesia baru belakangan memberikan perhatian besar pada proyek itu. Ia menegaskan pandangan soal HAARP adalah pendapat pribadi, bukan pernyataan resmi yang berdasar kesimpulan ilmiah.
Seperti diketahui, pernyataannya mengenai proyek HAARP di tengah fenomena erupsi gunung berapi di Indonesia menjadi sorotan publik. Pernyataan tersebut ramai diperbincangkan karena Ulta mempertanyakan kemungkinan adanya faktor lain di balik sejumlah erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Seperti dilansir dari Jawapos.Com, wanita yang sebelumnya sempat mendampingi Mama Yasinta Moiwend ini mengaitkan HAARP, proyek penelitian ionosfer yang pernah melibatkan sejumlah lembaga Amerika Serikat, dengan spekulasi mengenai kemampuan memengaruhi fenomena alam. Pernyataan itu dilontarkan mengingat tak sedikit yang menyinggung musibah erupsi terjadi usai Prabowo melakukan peluncuran buku Agama Islam Ala Prabowo.
Sebagai Bakom, sudah menjadi tanggungjawab untuk mengkonter semua tudingan publik terlebih netizen. "Dan ketika saya ngomong ini sebagai pendapat pribadi tiba-tiba buzzer langsung menyerang ingin membodohi masyarakat dengan framing," sesalnya.
Ulta menekankan sejak awal ia sudah jelaskan status pernyataannya. Dia bilang keterangan dalam unggahan itu sudah menyebut pendapat pribadi dan belum ada bukti ilmiah. "Coba lah pelajari, di caption jelas saya bilang bahwa ini pendapat pribadi dan belum ada bukti ilmiah tapi patut di entertain agar kita selalu skeptis," imbuhnya. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser