BMKG Siap Merger dengan Badan Geologi Kementerian ESDM Sesuai Arahan Presiden 

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 04:46 WIB
Presiden Prabowo Subianto (tangkapan layar/yotubesekretariatpresiden)
Presiden Prabowo Subianto (tangkapan layar/yotubesekretariatpresiden)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kesiapannya untuk mengikuti instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai wacana penggabungan lembaga tersebut dengan Badan Geologi Kementerian ESDM.

 

 

 

Dilansir dari Kaltimpost.jawapos.com, langkah integrasi ini dinilai berfokus pada penguatan efektivitas pelayanan publik serta efisiensi mitigasi bencana nasional.

 

 

Sekretaris Utama BMKG Guswanto menyampaikan bahwa kedua lembaga selama ini telah menjalin kolaborasi erat sebagai mitra strategis, khususnya dalam penanganan ancaman bencana geofisika dan kebumian seperti gempabumi, gunung api, hingga tsunami.

 

 

"Untuk penggabungan itu, BMKG mengikuti dan siap melaksanakan arahan Presiden ya, untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan mendukung upaya mitigasi ancaman bencana," tegas Guswanto di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

 

 

"Kami memastikan kepada publik bahwa fungsi pemantauan, analisis, dan penyebaran informasi ancaman bencana berjalan operasional dan akan terus diperkuat oleh arahan Bapak Presiden," lanjut Guswanto.

 

 

Rencana pengintegrasian ini berawal dari arahan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat penanganan bencana pada Senin (7/9/2026). Presiden menyoroti pentingnya penguatan sistem pemantauan kebencanaan yang lebih terpadu antarlembaga.

 

 

Poin-Poin Utama Wacana Penggabungan BMKG dan Badan Geologi:

 

- *Peningkatan Efektivitas*: Penggabungan difokuskan untuk memangkas birokrasi dan mempercepat koordinasi penanganan serta antisipasi bencana

 

*Sinergi Fungsi Kebumian*: Mengintegrasikan pemantauan aspek meteorologi, klimatologi, geofisika, dan vulkanologi ke dalam satu ekosistem mitigasi.

 

*Jaminan Layanan Publik*:

BMKG memastikan operasional pemantauan dan penyebaran informasi peringatan dini bencana tetap berjalan optimal selama proses kajian berlangsung. (*)

Editor : AdminDua
Prabowo Subianto BMKG