CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Desa Wisata Rumah Adat Sade yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata budaya Pulau Lombok dilanda kebakaran, Sabtu (22/8/2026) sekira pukul 22:40 WITA.
Peristiwa tersebut tidak hanya menjadi duka bagi masyarakat setempat, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan yang pernah menikmati keunikan budaya dan kehidupan masyarakat Suku Sasak di desa adat tersebut.
Desa Adat Sade selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Lombok Tengah.
Desa tersebut menjadi representasi kehidupan masyarakat Sasak yang masih mempertahankan adat istiadat dan kearifan lokal secara turun-temurun.
Berbeda dengan destinasi wisata yang mengandalkan keindahan alam, Sade menawarkan pengalaman mengenal langsung kehidupan dan tradisi masyarakat Sasak.
Setiap sudut desa menyimpan cerita. Rumah-rumah adat, lingkungan perkampungan, tradisi masyarakat, hingga keramahan warga menjadi bagian dari pengalaman wisata yang membuat Sade memiliki daya tarik tersendiri.
Desa ini pun kerap menjadi tujuan wisatawan yang ingin mengenal Lombok dari sisi budaya, termasuk para pecinta otomotif yang menjadikan Sade sebagai salah satu titik tujuan dalam perjalanan touring mereka.
Kabar kebakaran Desa Wisata Rumah Adat Sade membuat sejumlah wisatawan kembali mengenang pengalaman mereka saat berkunjung.
Wisnu, wisatawan asal Jakarta, masih mengingat suasana Desa Sade ketika berlibur bersama teman-temannya pada awal 2026.
Menurutnya, Sade memiliki suasana yang asri dan sejuk dengan sejumlah lokasi yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Daya tariknya saat itu Pohon Cinta dan bangunan masjidnya yang sangat sejuk,” ungkap Wisnu, dilansir dari LombokPost, Senin (24/8/2026).
Pengalaman serupa dirasakan Isrom, wisatawan asal Semarang yang berkunjung ke Desa Sade pada Juni 2026.
Ia mengaku mendapatkan kesan mendalam selama berada di desa tersebut. Selain panorama dan keunikan budaya, keramahan masyarakat lokal menjadi pengalaman yang paling membekas.
“Semua keindahan dan keramahan saat berkunjung Juni lalu kini menjadi kenangan yang tak terlupakan,” ujar Isrom.
Bagi wisatawan, Desa Adat Sade bukan sekadar tempat untuk berfoto atau menikmati suasana perkampungan tradisional.
Desa tersebut menjadi ruang hidup masyarakat Sasak sekaligus tempat berbagai tradisi dan kearifan lokal tetap dipertahankan.
Kehangatan warga dan keautentikan tradisi membuat Desa Adat Sade selalu memiliki tempat khusus di hati para pelancong. (*)
Editor : Elfira Halifa