CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Moment 17 Agustus sepatutnya menjadi moment perayaan kemerdekaan yang berjalan meriah dengan suasana sukacita. Namun disalah satu kabupaten di Sulawesi ini justru terlihat canggung.
Untuk pertama kalinya, Bupati Gowa Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Darmawangsyah Muin duduk terpisah saat detik-detik Proklamasi. Tak hanya itu, kursi - kursi di tenda VVIP dan kursi tamu tampak kosong.
Secara protokol kursi Bupati dan Wabup selalu berdampingan di barisan terdepan, diapit jajaran forkopimda dan tamu daerah lainnya. Namun tahun ini berubah. Kursi Bupati Gowa berdampingan dengan Ketua DPRD Gowa. Sementara kursi Wabup Gowa berdampingan dengan Kapolresta Gowa dan Dandim 1409 Gowa.
Seperti dilansir beberapa artikel di media sosial, posisi bupati dan wabup cukup jauh. Namun banyak yang menduga situasi ini terjadi lantaran kekisruhan terkait kasus yang sedang menimpa Husniah yakni dugaan perselingkuhan dengan mantan sopir pribadinya hingga memunculkan hak angket di DPR.
Meski begitu upacara tetap berlangsung aman dan lancar. Tim Paskibraka juga menjalankan tugasnya dengan baik hingga proses pengibaran bendera Merah Putih. Usai kegiatan, Bupati singkat mengapresiasi. “Alhamdulillah, seluruh Paskibraka berhasil menunaikan tugasnya, menaikkan bendera dan tidak ada kendala satupun,” kata Husniah.
Ia juga berpesan menjaga persatuan dan kesatuan. Kekosongan kursi dan penataan yang berubah banyak disayangkan warga di media sosial, Netizen menyinggung soal kekompakan pimpinan daerah. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser