UPDATE Gempa M7,7 NTT: BMKG Resmi Cabut Peringatan Tsunami, Potensi Tsunami Berakhir

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:35 WIB
Tangkapan layar pusat gempa bumi tektonik berkekuatan tujuh magnitudo yang terjadi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). (JAWA POS)
Tangkapan layar pusat gempa bumi tektonik berkekuatan tujuh magnitudo yang terjadi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). (JAWA POS)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Peringatan dini tsunami akibat gempa bumi magnitudo 7,7 (M7,7) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dinyatakan berakhir.


Informasi tersebut disampaikan melalui Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia pada Sabtu (15 Agustus 2026).


Berdasarkan informasi BMKG, pencabutan peringatan tsunami diumumkan pada pukul 07.31.30 WIB.


Dengan pembaruan tersebut, status potensi tsunami akibat gempa M7,7 yang berpusat di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, telah berakhir, kecuali terdapat informasi baru dari BMKG.


“Peringatan Dini Tsunami yang disebabkan oleh gempa Mag:7.7, 15-Agu-26 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir,” demikian informasi BMKG.


*Peringatan Tsunami Gempa M7,7 Resmi Berakhir*


Pencabutan peringatan tsunami menjadi perkembangan terbaru setelah gempa kuat mengguncang wilayah NTT pada Sabtu dini hari.


Gempa terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58.24 WIB.


BMKG mencatat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 dengan pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.


Gempa tersebut mempunyai kedalaman relatif dangkal, yakni 15 kilometer.


Sementara berdasarkan koordinat, pusat gempa tercatat berada pada 8,41 Lintang Selatan (LS) dan 121,39 Bujur Timur (BT).


Besarnya magnitudo gempa membuat BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami.


Namun setelah dilakukan pemantauan dan evaluasi perkembangan kondisi, Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia kemudian menyatakan potensi tsunami telah berakhir. (*)

Editor : Weny Firmansyah
gempa bumi ntt