Viral Isu Kerusuhan Agustus hingga Mall Pasang Pagar, Apa yang Sebenarnya Terjadi? Pemerintah Sebut

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:07 WIB
Ilustrasi pagar tinggi yang dipasang pengelola mall di Tunjungan Plaza Surabaya. (AI)
Ilustrasi pagar tinggi yang dipasang pengelola mall di Tunjungan Plaza Surabaya. (AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat dihebohkan oleh maraknya narasi mengenai potensi isu kerusuhan besar pada bulan Agustus 2026. 

 

 

Isu ini memicu keresahan lantaran membagikan potongan video aksi massa ricuh, hingga mengaitkan pengamanan ketat di sejumlah pusat perbelanjaan atau mall di Jakarta sebagai pertanda situasi genting.

 

 

Dilansir dari radarsolo.jawapos.com, fenomena ini kian ramai dibahas setelah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena sempat mengingatkan adanya potensi dinamika lapangan yang rawan menjelang pembahasan RUU Ketenagakerjaan.

 

 

 

"Seperti teman-teman tahu, Agustus diprediksi akan ada kerusuhan besar. Memang di tingkat lapangan sudah ada situasi-situasi yang kami sadari akan sangat-sangat rawan. Karena itu, Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia mengingatkan kepada DPR dan pemerintah agar serius dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan," kata Andi. 

 

 

Lantas, apakah benar akan terjadi kerusuhan besar pada Agustus ini, ataukah narasi tersebut sekadar isu burung di media sosial?

 

 

*Pemerintah Sebut Indonesia Aman dan Kondusif*

 

 

Pemerintah melalui Mensesneg Prasetyo Hadi memastiakan bahwa situasi keamanan nasional berada dalam kondisi terkendali dan dipersiapkan dengan baik oleh jajaran TNI dan Polri.

 

 

"Everything is ok. Semua dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Tentu itu bagian dari tanggung jawab kita bersama-sama," ujar Prasetyo Hadi.

 

 

Hal senada ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto. 

 

 

Pihaknya memastikan aktivitas perekonomian, peribadatan, hingga kunjungan tamu negara di Ibu Kota berjalan sangat normal dan kondusif. 

 

 

Pengamanan ekstra yang terlihat di lapangan merupakan bagian dari prosedur standar operasional (SOP) rutin dalam mengawal berbagai kegiatan nasional pada bulan Agustus, bukan karena adanya penebalan pasukan akibat potensi bentrokan.

 

 

 

*Penjelasan Panglima TNI*

 

 

Guna merespons kesimpangsiuran informasi, DPR RI menggelar rapat koordinasi tertutup bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta jajaran Kepala Staf Angkatan pada Senin (10/8/2026). 

 

 

Rapat bertujuan memetakan kesiapan pengamanan untuk agenda nasional seperti Sidang Tahunan MPR dan HUT ke-81 RI.

 

 

Usai pertemuan, Panglima TNI mengimbau masyarakat agar tidak menelan mentah-mentah narasi provokatif yang beredar liar di media sosial.

 

 

Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh beredarnya berita-berita di media sosial yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," papar Agus Subiyanto.

 

 

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membeberkan bahwa banyak video aksi ricuh yang viral di platform digital sejatinya merupakan video lama yang didaur ulang, seperti arsip peristiwa Agustus 2025.

 

 

Selain itu, juga hasil editan atau informasi hoaks yang disebarkan tanpa konteks waktu dan lokasi yang jelas.

 

 

Pemasangan Pagar di Mall Bukan Tanda Kerusuhan

 

 

Mengenai narasi yang menyebut bahwa sejumlah pusat perbelanjaan (mall) dipasangi pembatas atau pagar besi karena ancaman bentrokan, pemerintah memberikan bantahan tegas.

 

 

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menglarifikasi, pemasangan pagar tersebut murni berkaitan dengan tata kelola kebutuhan keamanan internal pengelola mall, bukan didasari oleh intelijen terkait ancaman kerusuhan. 

 

 

Pihak berwenang bahkan telah menertibkan beberapa pagar mall yang dirasa tidak sesuai dengan aturan fasilitas publik. (*)

Editor : Weny Firmansyah
kerusuhan surabaya