Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Prabowo: Negara Maju Harus Punya Polisi yang Profesional dan Dipercaya Rakyat

Elfira Halifa • Kamis, 2 Juli 2026 | 04:58 WIB
Aparat ketika bersiap pengamanan demo. (CEPOSONLINE.COM/GAMEL)
Aparat ketika bersiap pengamanan demo. (CEPOSONLINE.COM/GAMEL)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia saat ini tengah berada di persimpangan sejarah.

Di tengah ketidakpastian global yang dipenuhi berbagai konflik dan tantangan, pemerintah memilih melakukan transformasi besar di berbagai sektor sebagai langkah mempercepat terwujudnya Indonesia yang maju, modern, dan berdaulat.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

"Bangsa Indonesia sedang berada pada persimpangan sejarah. Kita sedang melakukan transformasi besar di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, di tengah dunia penuh ketegangan dan konflik," ujar Prabowo.

Menurut Presiden, transformasi yang dijalankan pemerintah mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari ekonomi, birokrasi, pendidikan, pangan hingga energi.

Seluruh perubahan tersebut diarahkan untuk memperkuat fondasi pembangunan nasional agar Indonesia mampu menjadi negara modern yang makmur, adil, dan berdiri di atas kedaulatan rakyat.

"Kita sedang melakukan transformasi ekonomi, transformasi birokrasi, transformasi pendidikan, transformasi pangan, transformasi energi. Transformasi kita adalah agar Indonesia menjadi negara yang modern, negara yang makmur dalam keadilan, negara yang berdiri di atas kedaulatan rakyat," katanya, sebagaimana dilansir dari JawaPos.com, Kamis (2/7/2026).

Prabowo menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak akan tercapai tanpa adanya stabilitas keamanan dan kepastian hukum.

Menurutnya, keamanan merupakan syarat utama bagi pertumbuhan ekonomi, masuknya investasi, hingga terciptanya kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya pemerintahan yang bersih dan kompeten agar keadilan dapat dirasakan seluruh rakyat.

"Tidak mungkin ada pembangunan tanpa keamanan. Tidak mungkin ada pertumbuhan ekonomi dan investasi tanpa kepastian hukum. Tidak mungkin ada keadilan tanpa pemerintah yang bersih dan penuh kompetensi”

“Tidak akan pernah ada kesejahteraan tanpa ketertiban dan tidak mungkin ada negara yang kuat tanpa aparat negara yang dipercaya rakyat, setia kepada rakyat, dan melindungi rakyat," tegasnya.

Presiden juga menyoroti posisi strategis Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan.

Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa negara yang memiliki institusi kepolisian yang profesional dan dipercaya masyarakat cenderung mampu bertahan, berkembang, dan menjadi negara maju.

"Peran kepolisian sangat penting, sangat strategis, sangat menentukan. Sejarah peradaban manusia menunjukkan suatu peradaban yang berhasil memiliki kepolisian yang unggul. Itulah peradaban yang maju, yang bertahan lama, yang berhasil," ujarnya.

Prabowo menambahkan, tidak sedikit negara yang mengalami kegagalan membangun bangsanya karena tidak mampu menghadirkan institusi kepolisian yang kuat, profesional, dan mendapat kepercayaan publik.

"Negara-negara yang gagal di antaranya adalah tidak mampu memiliki kepolisian yang baik," pungkasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
kepolisian konflik Prabowo Subianto