Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Komisi I DPR RI Minta Program Latsarmil  Perlu Dievaluasi, Buntut 3 Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih Meninggal

Weny Firmansyah • Jumat, 26 Juni 2026 | 08:59 WIB
Ilustrasi Peserta Latsarmil Manajer Koperasi Merah Putih. (Kaltim Post)
Ilustrasi Peserta Latsarmil Manajer Koperasi Merah Putih. (Kaltim Post)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Komisi I DPR RI menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).


Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, mengatakan pihaknya turut berduka atas peristiwa tersebut. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.


“Kita menyampaikan turut berduka cita yang amat dalam atas meninggalnya peserta SPPI tersebut,” kata Dave Laksono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).


Dave menjelaskan, Komisi I DPR terus memantau pelaksanaan program latihan dasar militer (Latsarmil) yang diikuti para peserta SPPI untuk KDKMP dan KNMP. Menurutnya, tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan, telah dilaksanakan sebelum peserta mengikuti program pelatihan.


“Sepengetahuan saya, proses rekrutmen kesehatan segala macam itu sudah dilalui,” ujarnya.


Meski demikian, Dave menegaskan bahwa program SPPI KDKMP dan KNMP dirancang untuk mendukung pembangunan nasional dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, setiap masukan dan evaluasi yang muncul perlu dijadikan bahan perbaikan agar program dapat berjalan lebih baik.


Bila mana harus ada yang diperbaiki, ada yang diubah ya itu adalah masukan yang harus diterima untuk menyempurnakan program tersebut," jelasnya.


Ia juga menilai, pelaksanaan latihan dasar militer bagi peserta SPPI perlu terus dievaluasi dan disempurnakan. Menurutnya, meskipun materi pelatihan yang diberikan bersifat dasar, program tersebut tetap membutuhkan peserta dengan kondisi fisik yang memenuhi persyaratan tertentu.


“Pelatihan ini kan pelatihan sangat basic sangat dasar. Tetapi memang harus memang didesain untuk dilaksanakan kepada mereka yang memiliki kondisi fit tertentu,” imbuhnya.


Sebagaimana diketahui, tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia.


Ketiga peserta bernasib malang itu terdiri atas Novia Rahmadhani, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq. Mereka menjalani latsarmil di 3 satuan pendidikan berbeda. Di antaranya di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, dan Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#Ceposonline.com #dpr ri