Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Usai Dadan Hindayana Jadi Tersangka,  Kondisi 21 Ribu Motor Listrik MBG Senilai Rp1,39 Triliun Kini Memprihatinkan  

Agung Trihandono • Selasa, 9 Juni 2026 | 12:26 WIB
Nasib 21 Ribu Motor Listrik MBG Senilai Rp1,39 Triliun Menumpuk di Gudang Usai Dadan Hindayana Tersangka.
(Ceposonline.com/Billy/RADAR BOGOR)
Nasib 21 Ribu Motor Listrik MBG Senilai Rp1,39 Triliun Menumpuk di Gudang Usai Dadan Hindayana Tersangka. (Ceposonline.com/Billy/RADAR BOGOR)

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Nasib  21 Ribu Motor Listrik MBG Senilai Rp1,39 Triliun kini menjadi perhatian publik setelah kasus hukum yang menjerat eks pejabat Badan Gizi Nasional (BGN), yakni Dadan Hindayana ditetapkan sebagai tersangka.

Akibat status hukum tersebut, distribusi ribuan unit kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhenti total.

Saat ini, seluruh armada tersebut hanya tertahan dan menumpuk di dalam gudang penyimpanan.

Kasus ini tengah didalami oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia melalui penyidikan di lingkungan Jampidsus.

Proyek pengadaan 21.801 unit motor listrik operasional MBG itu diketahui memiliki nilai fantastis yang mencapai Rp1,39 triliun.

Dalam proses penyelidikan, aparat menemukan dugaan adanya penggelembungan harga atau mark up pada pengadaan kendaraan listrik tersebut.

“Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total sekitar Rp1 triliun,” ujar Direktur Penyidikan Jampidsus dalam keterangan resminya.


Di lapangan, kondisi 21 Ribu Motor Listrik MBG Senilai Rp1,39 Triliun itu kini memprihatinkan.

Ribuan unit motor berwarna biru dengan logo BGN terlihat tersusun rapi di area gudang industri di wilayah Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


Sebagian besar unit ditutup jaring hitam, terdiri dari jenis skuter hingga trail, dan tidak menunjukkan aktivitas distribusi sama sekali.


Bahkan, kendaraan tersebut tampak semakin bertambah di area penyimpanan sejak kasus mencuat.


Selain motor listrik, terlihat pula kendaraan logistik lain seperti truk kontainer milik pihak terkait yang terparkir tanpa aktivitas berarti di sekitar lokasi.


Aktivitas Gudang Lumpuh

Pantauan di lokasi menunjukkan situasi gudang yang sangat sepi. Tidak terlihat adanya aktivitas pekerja maupun distribusi kendaraan keluar masuk.


Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait kelanjutan distribusi maupun status hukum aset tersebut.


Sebelumnya, Dadan Hindayana sempat menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik MBG dilakukan dengan harga di bawah pasar, yakni sekitar Rp42 juta per unit, lebih rendah dibanding harga pasar yang disebut mencapai Rp52 juta.


Namun kini, pernyataan tersebut menjadi sorotan kembali seiring dengan penetapan status tersangka Dadan Hindayana dalam kasus dugaan korupsi proyek besar tersebut. (*)

Editor : Agung Trihandono
#motor listrik #Badan Gizi Nasional (BGN) #NASIONAL #Ceposonline.com