Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Polemik Penilaian Juri, MPR RI Putuskan Gelar Ulang Final Lomba Cerdas Cermat di Kalbar, Libatkan Juri Independen

Yohanes Palen • Rabu, 13 Mei 2026 | 16:46 WIB
Potongan video Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). (YouTube MPRGOID)
Potongan video Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). (YouTube MPRGOID)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia memutuskan menggelar ulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat menyusul polemik penilaian dewan juri yang dinilai tidak adil terhadap tim dari SMAN 1 Pontianak.

Keputusan tersebut disampaikan langsung Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, usai pihaknya menerima berbagai masukan dan kritik dari masyarakat terkait jalannya perlombaan.

“Dalam kasus Kalimantan Barat, kami mengucapkan terima kasih dan kami semuanya memahami ada kekurangan, ada keterbatasan, ada kekhilafan dalam penyelenggaraan itu. Karena itu, tadi pimpinan setelah mendengarkan itu, mengambil keputusan beberapa hal,” ujar Muzani dalam konferensi pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

Muzani menjelaskan, keputusan pertama yang diambil adalah menggelar ulang babak final LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat dalam waktu dekat.

“Satu, Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final, akan kita lakukan ulang. Pada waktu yang akan segera diputuskan secepat-cepatnya,”ujarnya.

Tak hanya itu, MPR RI juga memastikan proses penilaian pada pelaksanaan ulang nanti akan melibatkan juri independen guna menjamin objektivitas dan transparansi perlombaan.

“Yang kedua, juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen,”jelasnya.

Selain menghadirkan juri independen, pimpinan MPR RI disebut akan mengawasi langsung jalannya perlombaan ulang tersebut agar prosesnya berjalan lebih baik dan profesional.

MPR RI juga menyampaikan apresiasi kepada peserta maupun masyarakat yang telah menyampaikan kritik dan protes terhadap hasil lomba. 

Menurut Muzani, penyampaian pendapat tersebut merupakan bagian dari praktik demokrasi yang sehat.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan, kebebasan berbicara, dan menyampaikan protes atas ketidakpuasannya,"jelasnya.

Adapun pihaknya di MPR RI mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka, untuk melatih menjadi contoh demokrasi yang baik.

Ia menegaskan, MPR RI akan terus melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan agar ke depan pelaksanaannya semakin baik.

“Dan yang kelima, kami akan terus melakukan evaluasi terhadap penyempurnaan kegiatan-kegiatan MPR yang hari ini terus kita dengarkan pandangan dari masyarakat dengan berbagai macam media yang kita dengar,” tutup Muzani. (*).

Editor : Yohanes Palen
#cerdas cermat #NASIONAL #Ceposonline.com #mpr ri