Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Batalkan Keberangkatan Haji jadi Opsi Terakhir Pemerintah

Lucky Ireeuw • Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:24 WIB

Batalkan Keberangkatan Haji jadi Opsi Terakhir Pemerintah
Batalkan Keberangkatan Haji jadi Opsi Terakhir Pemerintah

CEPOSONLINE.COM, JAYAPUTRA – Tidak memberangkatkan jemaah haji jadi salah satu skenario yang disiapkan pemerintah di tengah bergejolaknya situasi di Timur Tengah.


Baik karena pertimbangan keamanan maupun karena Arab Saudi menutup akses. Opsi lainnya perubahan rute.


Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf dalam di Komisi VIII DPR, Jakarta, pada Kamis (12/3/2026) lalu mengatakan, dari ketiga skenario itu, yang akan diupayakan lebih duu adalah perubahan rute penerbangan haji.


Sebab, lanjutnya, rute penerbangan haji selama ini rawan terdampak perang antara Iran dan Amerika Serikat-Israel.


Sebagai gantinya, pesawat haji nanti menyusuri Samudra Hindia. Kemudian melewati benua Afrika. Setelah itu baru masuk ke wilayah Arab Saudi.


“Skema ini tetap diikuti dengan upaya diplomasi untuk menjamin keamanan koridor penerbangan yang dilewati jemaah haji,” kata Irfan.

 

Skenario kedua, Indonesia memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji meskipun pihak Saudi tidak menutup akses.


Lalu, skenario ketiga adalah pemerintah Arab Saudi memutuskan tidak menerima kedatangan jamaah dari luar negeri. Sama seperti saat pandemi Covid-19 dulu (2020 dan 2021).


Jika skema ini terjadi, penyedia layanan wajib mengembalikan uang 100 persen ke pemerintah Indonesia.

 

Irfan menegaskan, ketiga skenario itu dirancang untuk antisipasi. Bukan sebuah keputusan bahwa haji tahun ini dibatalkan. “Persiapan haji 2026 masih tetap on going,” katanya.


Irfan menambahkan, setelah Lebaran persiapan haji akan digenjot. Khususnya kesiapan asrama haji menerima jemaah mulai 21 April. Kemudian keesokan harinya (22/4/2026) mulai diterbangkan menuju Madinah.


“Jadi sampai hari ini (kemarin), kita asumsikan semuanya berjalan dengan baik. Situasi di sana juga akan membaik,” katanya.


Di tengah situasi ekonomi dunia yang menantang, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan investasi dana haji aman. Bahkan mengalami perkembangan dibandingkan periode sebelumnya.


BPKH melaporkan, total aset mencapai Rp 238,99 triliun pada akhir tahun lalu. Meningkat dari Rp 221,05 triliun pada tahun sebelumnya.


Peningkatan aset itu didukung penguatan portofolio investasi dan penempatan dana jamaah pada berbagai instrumen syariah yang aman dan produktif. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
#timur tengah #Ceposonline.com #keberangkatan haji #arab saudi