CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Peta zona megathrust di Indonesia menunjukkan potensi wilayah rawan gempa besar yang kian meluas, membentang dari Sumatra hingga Papua. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Dilansir dari Radar Surabaya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa pemetaan zona megathrust dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko bencana, bukan sebagai peringatan akan terjadinya gempa dalam waktu dekat.
"Pemetaan ini bukan peringatan gempa akan terjadi dalam waktu dekat," ujarnya.
Menurut Daryono, sejumlah zona megathrust di Indonesia telah lama tidak melepaskan energi. Kondisi ini dikenal sebagai seismic gap dan dinilai berpotensi memicu gempa besar di masa mendatang apabila energi yang tersimpan dilepaskan sekaligus.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa gempa bumi tidak dapat diprediksi waktu terjadinya. Karena itu, langkah paling rasional adalah meminimalkan dampak melalui peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
BMKG memetakan setidaknya 14 zona megathrust di Indonesia dengan potensi kekuatan gempa yang berbeda-beda. Zona Aceh–Andaman berpotensi memicu gempa hingga magnitudo 9. Sementara itu, zona Nias–Simeulue di Sumatra Utara berpotensi mengalami gempa magnitudo 8,7.
Zona Mentawai–Siberut di Sumatra Barat diperkirakan berpotensi gempa magnitudo 8,9, disusul zona Enggano, Bengkulu, dengan potensi magnitudo 8,8. Di Selat Sunda, potensi gempa mencapai magnitudo 8,7.
Untuk wilayah Jawa, zona Banten–Jawa Barat diperkirakan berpotensi gempa magnitudo 8,8, Jawa Tengah magnitudo 8,7, dan Jawa Timur hingga magnitudo 8,9. Di kawasan Bali dan Nusa Tenggara, zona Bali–Lombok berpotensi gempa magnitudo 8,7, zona Sumbawa magnitudo 8,5, serta zona Flores magnitudo 8,6.
Sementara di kawasan timur Indonesia, zona Banda diperkirakan berpotensi gempa magnitudo 8,7, zona Maluku Utara magnitudo 8,5, dan zona Papua magnitudo 8,6.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menyikapi informasi terkait megathrust. Tetap tenang, waspada, dan memahami risiko dinilai sebagai langkah utama dalam pengurangan dampak bencana.
Masyarakat juga diminta untuk mengenali jalur evakuasi tsunami di wilayah masing-masing serta rutin mengikuti simulasi evakuasi. Selain itu, warga diimbau menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat, memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena berpotensi memicu kepanikan. (*)
Editor : Weny Firmansyah