Empat Tewas Dalam Sebulan, Pemuda Sebut Jangan Ada Kesan Kekerasan Dipelihara

Administrator • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2020 | 21:25 WIB
Photo
Photo
Ketua Tim Demokrasi Kabupaten Yahukimo, Amsal Sama didampingi Rafael Victor Tibul, Sopater Sam dan Herman Kabak di Jayapura, Kamis (27/8). Ft: Gamel/ceposonline

JAYAPURA - Kondisi keamanan di Kabupaten Yahukimo hingga kini belum sepenuhnya aman. Ini tak lepas dari empat kasus pembunuhan yang terjadi dalam kurun waktu tak sampai satu bulan. Apalagi hingga kini belum satupun pelaku yang berhasil ditangkap. Terkait itu kelompok pemuda dari Tim Peduli Demokrasi Kabupaten Yahukimo mendesak agar aparat keamanan maupun pemerintah daerah segera menstabilkan situasi dan memastikan rasa aman bagi warga.

"Jangan terkesan kekerasan ini dipelihara. Masyarakat mau beraktivitas seperti biasa tapi kok seperti ini, banyak yang ketakutan, " kata Ketua Tim Demokrasi Kabupaten Yahukimo, Amsal Sama didampingi Rafael Victor Tibul, Sopater Sam dan Herman Kabak di Jayapura, Kamis (27/8).

Disebutkan bahwa kejadian pertama menimpa Eresa Kabak pada 31 Juli yang tewas dibunuh dan jenasahnya ditemukan di pinggir jalan, kedua menimpa staf KPU Hendry Jovenski pada 12 Agustus, kemudian tanggal 20 Agustus menimpa seorang pria bernama Muhammad Toyib dan kemarin pada 26 Agustus menimpa seorang buruh bangunan bernama Yausan. Mirisnya seluruh korban tewas dengan luka bacok dan tikam yang cukup mengerikan. Kelompok pemuda dalam tim peduli Demokrasi Yahukimo ini meminta aparat segera mengungkap pelakunya termasuk pemerintah daerah ikut memberi kepastian rasa aman di daerah.

"Ini sangat meresahkan dan kami juga meminta bupati dan wakil segera membantu pihak kepolisian, bupati dan wakil harus standby di daerah dan jangan terlalu lama di luar, " sindir Amsal.

Victor juga menyampaikan hal serupa yang menyinggung bahwa jangan kekerasan di Yahukimo terkesan dipelihara karena terus terjadi dan meresahkan. "Kami bisa berfikir kesana sebab terjadi beruntun dan belum ada yang terungkap. Pak Bupati juga harus lebih sering di daerah agar bisa mengontrol kondisi daerah mengingat stabilitas keamanan juga menjadi tanggungjawab kepala daerah, " harap Victor.

Sopater Sam membenarkan bahwa banyak masyarakat yang mulai resah. "Kalau sudah sore biasanya masyarakat sudah tidak berani keluar rumah. Kalaupun kalau keluar harus ditemani," ceritanya. (Ade) Editor : Administrator