Teror di Yahukimo Berlanjut

Administrator • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2020 | 10:34 WIB
Irjen Pol Paulus Waterpauw (Elfira/Cepos)
Irjen Pol Paulus Waterpauw (Elfira/Cepos)
Antar Bahan Bangunan, Karyawan Batako Tewas Diserang

JAYAPURA-Penganiayaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa orang kembali terjadi di Kabupaten Yahukimo. Seorang karyawan batako bernama Yausan (31) dibunuh oleh sekelompok orang di Jembatan Kali Buatan, Jalan Gunung, Kabupaten Yahukimo Rabu (26/8).
Sebelumnya, pembunuhan juga pernah terjadi di daerah Yahukimo dengan korban staf KPU Yahukimo Henry Jovinski (24) dan pekerja meubel Muhamad Toyib (39). Hingga saat ini, kedua kasus tersebut belum terungkap pelakunya.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, Yausan meninggal dunia dengan luka bacok, luka kampak di bagaian pelipis kanan hingga rongga mulut, luka pada punggung belakang dengan pelaku diduga masyarakat lokal.

“Adanya sebuah dugaan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga diakomodir oleh seseorang yang punya kemampuan di wilayah tersebut. Dimana mampu mengoranisasikan dan kemudian bisa meyakinkan mereka untuk sebuah pergerakan,” terang Kapolda saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Rabu (26/8) malam.

Kapolda sendiri masih mempertanyakan kasus ini. Sebab, belum ada pengungkapan dari kasus sebelumnya. Terkait apakah para pelaku memiliki sebuah niat yang hanya mengacaukan situasi menjelang Pilkada ataukah memang memiliki agenda setting yang lain.
“Jika nanti sudah tertangkap pelakunya maka akan terungkap motif daripada para pelaku ini. Kalau dilihat dari wilayah kejadian yang bersamaan dengan almarhum staf KPU, saya menduga adanya persoalan diantara dua kelompok warga yang ada di sana yang kemudian diakomodir oleh satu dua orang di wilayah tersebut,” tutur Kapolda.

Lanjut Kapolda, jika sebelumnya pelaku pembunuhan staf KPU Yahukimo diduga adalah seseorang pecatan oknum anggota, maka ada dugaan kemungkinan dia juga yang menggerakan kekacauan ini. Hanya saja motifnya yang belum diketahui kecuali pelaku sudah ditangkap.

Kapolda mengimbau Bupati Yahukimo para tokoh dan pimpinan umat yang ada di Yahukimo untuk menyuarakan kepada seluruh warga. Bila mengetahui motif dan modus para pelaku untuk bisa memberitahukan polisi.

“Sehingga, segera dilakukan penangkapan. Karena pelaku cukup meresahkan masyarakat. Tujuannya ini ingin mengganggu jalannya pemerintahan ataupun aktivitas masyarakat dan agenda Pilkada pada Desember mendatang,” papar Kapolda.

Terkait dengan tiga kejadian tersebut lanjut Kapolda, ada penebalan pasukan di Kabupaten Yahukimo. Bahkan, Dansat Brimob, Dirkrimum dan Wadirintelkam telah berada di Yahukimo pasca kematian staf KPU.

“Saya merencanakan segera berangkat ke sana (Yahukimo-red) untuk memimpin langsung upaya pencarian terhadap pelaku,” tegas Kapolda.

Sementara itu, kronologi kejadian yang didapatkan Cenderawasih Pos yakni sekira pukul 14.40 WIT dua orang pasutri (pasangan suami istri) mendatangi toko material bangunan milik Usman Bani di Jalan Paradiso untuk memesan 200 buah batako dan 1 rit pasir.

Sekira pukul 15.00 WIT, Usman Bani bersama dua orang pekerja dan pemesan berangkat menuju ke alamat pemesan di sekitar Jembatan Kali Buatan menggunakan 1 unit truk dan 1 mobil Mitsubishi Colt L300.

Saat kendaraan melintas di Jembatan Kali Buatan, beberapa masyarakat melepaskan panah ke arah rombongan dan mengenai korban yang duduk di bak mobil L300.

Kedua pasutri yang memesan barang, tiba-tiba melarikan diri dengan keluar dari truk maupun mobil L300. Usman Bani dan Bayu Saputra dengan kendaraannya masing-masing menuju ke arah kampung suku Massi untuk mengamankan diri.

Setelah merasa aman, keduanya menggunakan truk menuju ke kota Dekai ibukota Kabupaten Yahukimo untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Pos Jaga SPKT Polres Yahukimo.
Pasca kejadian tersebut, personel gabungan TNI-Polri melakukan pengamanan serta penyisiran di sekitar TKP dan jenazah dievakuasi ke RSUD Dekai. (fia/nat) Editor : Administrator