CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Jurnalis Cenderawasih Pos (CEPOS), Theresia F. Tekege, mengaku dilarang masuk ke ruang rapat saat hendak melakukan peliputan Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR Papua Tengah bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Rabu (23/9/2026). Rapat tersebut membahas Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Provinsi Papua Tengah Tahun Anggaran 2026.
Theresia mengungkapkan, dirinya telah tiba di Gedung DPR Papua Tengah sekitar pukul 13.00 WIT, sesuai jadwal yang diterima melalui ruang press room Papua Tengah. Namun, setelah menunggu lebih dari satu jam, rapat baru dimulai.
Selama menunggu, Theresia mengisi daya telepon selulernya di kantor DPR Papua Tengah. Setelah melihat sejumlah pimpinan dan anggota DPR Papua Tengah memasuki ruang rapat, dirinya kemudian hendak masuk untuk melakukan peliputan.
Saat berada di depan ruang rapat, Theresia bertanya kepada salah satu staf DPR Papua Tengah yang melintas mengenai akses masuk ke ruangan tersebut.
Namun, staf tersebut menjawab, “Ini ajudan saja tidak masuk.”
Mendengar jawaban tersebut, Theresia kemudian menjelaskan bahwa dirinya bukan ajudan, melainkan wartawan yang hendak melakukan peliputan.
“Saya bukan ajudan, saya wartawan,” jawab Theresia.
Meski telah menjelaskan identitasnya sebagai wartawan, Theresia mengaku tetap tidak diperkenankan masuk ke ruang rapat.
“ Wartawan juga tidak boleh masuk,” kata staff DPR itu.
Kejadian tersebut kemudian mendapat tanggapan dari sejumlah jurnalis lainnya yang menyoroti persoalan akses peliputan wartawan di lingkungan DPR Papua Tengah.
Salah satu jurnalis menyampaikan bahwa persoalan serupa sebelumnya pernah terjadi dan telah mendapat teguran dari pimpinan DPR Papua Tengah.
“Ternyata belum tobat-tobat, padahal sebelumnya sudah ditegur sama pimpinan DPR karena kasus yang kurang lebih sama yang dialami oleh Kak Joice dan Kak Roy,” ungkapnya.
Jurnalis lainnya juga turut menyoroti sikap staf DPR Papua Tengah dalam memberikan akses kepada wartawan.
“Staf DPR nih agak lain memang… kebal dengan teguran pimpinan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merupakan tanggapan dari jurnalis lain terkait pengalaman peliputan di lingkungan DPR Papua Tengah. Namun, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai kejadian sebelumnya yang disebutkan dalam tanggapan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Theresia masih berada di Gedung DPR Papua Tengah sambil menunggu rapat selesai. Belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak DPR Papua Tengah mengenai alasan wartawan tidak diperkenankan masuk ke ruang rapat tersebut. (*)
Editor : Lucky Ireeuw