CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Ribuan massa aksi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Meepago memadati dan menduduki jalan utama di depan Pasar Karang, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (15/8/2026).
Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan protes terhadap Perjanjian New York yang ditandatangani Indonesia dan Belanda pada 15 Agustus 1962.
Massa aksi yang hadir di lokasi merupakan gabungan peserta dari berbagai titik aksi di Nabire. Mereka kemudian berkumpul di kawasan Pasar Karang hingga memenuhi ruas jalan utama.
Peserta aksi datang dengan beragam pakaian dan atribut. Sebagian mengenakan pakaian adat Papua, almamater kampus, serta pakaian loreng dengan lambang KNPB. Massa juga membawa bendera KNPB, salib merah, serta ratusan pamflet yang dibentangkan di tengah kerumunan.
Ribuan massa terlihat duduk dan berkumpul di badan jalan sambil mengikuti orasi yang disampaikan secara bergantian. Sejumlah pamflet dan poster dengan berbagai pesan kritik terhadap sejarah politik Papua turut dibentangkan oleh peserta aksi.
Salah satu pamflet yang dibawa massa memuat tulisan “15 Agustus 1962, Perjanjian New York, Kesepakatan Indonesia-Belanda Tanpa Melibatkan Orang Papua.”
Pamflet tersebut memuat narasi mengenai Perjanjian New York yang ditandatangani Indonesia dan Belanda pada 15 Agustus 1962. Massa aksi menyoroti tidak adanya keterlibatan langsung orang Papua dalam proses kesepakatan tersebut.
Dalam pamflet juga dicantumkan rangkaian peristiwa setelah Perjanjian New York, mulai dari penyerahan administrasi wilayah Papua dari Belanda kepada United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA), kemudian kepada Indonesia, hingga pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969.
Selain pamflet mengenai Perjanjian New York, massa membawa sejumlah poster dengan pesan kritik lainnya. Salah satunya bertuliskan “RIP Hukum Indonesia”, sementara poster lain memuat tulisan “Papua Lives Matter” yang disertai ilustrasi kekerasan terhadap orang Papua.
Pesan “Papua Lives Matter” menjadi salah satu seruan dalam aksi untuk menegaskan bahwa kehidupan dan keselamatan masyarakat Papua merupakan hal yang penting untuk dihormati dan dilindungi.
Berbagai atribut dan tulisan tersebut dibentangkan massa bersamaan dengan penyampaian orasi. Aksi ini bertepatan dengan peringatan 64 tahun Perjanjian New York dan menjadi momentum bagi KNPB Wilayah Meepago untuk menyampaikan pandangan serta tuntutan mereka terkait persoalan Papua.
Massa aksi kemudian menduduki ruas jalan utama di depan Pasar Karang. Kondisi tersebut membuat aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut terdampak oleh konsentrasi massa yang memenuhi badan jalan dan kendaraan di arahkan oleh pihak aparat untuk mengikuti jalur lain.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi KNPB masih berada di kawasan Pasar Karang Nabire. Massa masih melakukan orasi secara bergantian sambil membentangkan berbagai pamflet dan atribut aksi.
Aparat Gabungan (TNI/Polri) terpantau mengamankan jalannya aksi protes New York Agreement di Nabire. (*)
Editor : Weny Firmansyah