CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Dinas Pariwisata Kabupaten Nabire mempromosikan suvenir kearifan lokal Papua.
Kepada Ceposonline.com, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nabire, Martina Deba, mengatakan, ini merupakan tindaklanjut diklat dan proyek perubahan PIM IV berjudul Penataan dan Pemasaran Suvenir di Bandar Udara Nabire.
Tujuannya, tamu domestik dan mancanegara dapat membawa suvernir lokal asal Papua ketika datang maupun berangkat.
"Suvenir kearifan lokal Papua ini saya jual dengan harga yang murah dan mudah dijangkau oleh tamu domestik dan manca negara.”
“Ini sekaligus tindak lanjut dari diklat PIM IV dan aksi nyatanya saya tindaklanjuti dengan menjual suvenir di Bandar udara Nabire," tutur Kepala Dinas Pariwisata Nabire, Martina Deba kepada media di halaman Kodim 1705 Nabire saat mempromosikan suvenirnya pada pergelaran Bazar UMKM dalam rangka HUT TNI ke 79, Kamis, (24/10/2024).
Martina Deba mengungkap tujuannya mempromosikan suvenir ini adalah untuk menggali potensi kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Papua.
"Kita ini bisa. Tidak ada yang bilang kita tidak bisa. Di Bali kenapa orang bisa hidup dengan pariwisata dan di Papua kenapa tidak bisa?”
“Hal ini yang memotivasi saya untuk terus mempromosikan suvenir kearifan lokal Papua seperti Noken Anggrek, Kopi Moanemani, Noken bermotif kulit kayu, Koteka, Moge, gelang, dompet kulit kayu, lukisan kulit kayu, minyak lintah dan suvenir kearifan lokal lainnya," ungkap Deba.
Menurutnya, khusus Kabupaten Nabire masyarakat memiliki banyak potensi dalam mengembangkan karya-karyanya dengan mengangkat budaya setempat dalam karya-karya tangan berupa suvenir.
"Misalnya masyarakat Mapia pintar menganyam Noken Anggrek walau terkadang orang melihatnya dari nilai jual yang mahal tanpa melihat prosesnya," ucapnya.
Baca Juga: Christian Sohilait Lantik 6 Pejabat Tinggi di Pemkot Jayapura, Ini Sosok Mereka
Tujuan mempromosikan dan menjual suvenir kearifan lokal ini juga untuk membantu memberdayakan mama-mama perajin suvenir Papua.
"Kadang saya mengumpulkan hasil dari mama-mama dan saya jualkan di ruko saya yang beralamat di jalan sudirman Nabire (Perempatan Kodim 1705 Nabire)," ujar Deba.
Ia juga mengajak mama-mama perajin suvenir Papua untuk mampu berdiri diatas kaki sendiri dan setia dalam mempromosikan dan menjual buah-buah hasil karya tangan untuk dikenal banyak orang terutama para wisatawan domestik dan manca negara.
"Berharap ke pemerintah itu prosesnya lama dan kalau kita terus berharap kita tidak akan berkembang. Untuk itu, kita tetap semangat untuk berdiri diatas kaki sendiri untuk menghidupi keluarga dan meningkatkan pendapatan sehari-hari," pungkasnya. (*)
Editor : Gratianus Silas