Kantor Polsek Mimika Timur Diserang, Polisi Terjunkan Personel Gabungan

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 14:12 WIB
Tangkapan layar video amatir warga saat kejadian.
Tangkapan layar video amatir warga saat kejadian. 

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Ratusan warga menyerang Markas Komando Polsek Mimika Timur di Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Jumat (23/10/2026).


Aksi perusakan yang menyebabkan sejumlah kaca bangunan pecah ini dipicu oleh kasus penganiayaan berat yang diduga akibat pengaruh minuman keras (miras).


Peristiwa bermula saat Kepala Kampung Tipuka, Polce Muka, melintas di depan Puskesmas Mapurujaya. Ia melihat seorang pria berinisial LFD (28) sedang memalang mobil Avanza dengan sebilah parang. Pelaku diduga kuat sedang terpengaruh alkohol.


Niat korban menegur aksi berbahaya tersebut justru direspons dengan amarah. Pelaku langsung mengayunkan parangnya ke arah kepala korban. Polce berusaha menangkis tebasan itu, yang mengakibatkan tangan kanannya mengalami luka sayat parah.


Melihat kejadian tersebut, seorang warga berinisial MM mencoba melerai. Namun, ia justru turut menjadi korban pembacokan hingga mengalami luka sayat serius di tangan kiri. MM segera dilarikan ke RSUD Mimika untuk mendapatkan perawatan medis.


Setelah dilerai oleh rekan pelaku, Polce langsung melaporkan penganiayaan ini ke Polsek Mimika Timur. Merespons laporan warga, aparat bergerak cepat mengamankan LFD. Untuk mengantisipasi amukan keluarga korban, polisi memindahkan pelaku ke Polsek Mimika Baru.


Namun, tak lama berselang, sekitar 100 orang massa dari pihak keluarga korban mendatangi Mako Polsek Mimika Timur dengan membawa senjata tajam dan ketapel. Massa menuntut keberadaan pelaku.


Wakapolres Mimika, Kompol Jaihot Limbong, menyebut massa kemudian melempari kantor Polsek Mimika Timur dengan menggunakan batu hingga mengakibatkan kaca jendela bagian penjagaan pecah. 


“Mereka tidak percaya saat diberitahu bahwa pelaku telah dievakuasi ke Polsek Mimika Baru,” ungkap Kompol Limbong saat dikonfirmasi, Jumat siang. 


Situasi yang kian memanas memaksa personel Polsek melepaskan dua kali tembakan peringatan ke udara. Langkah tersebut membuat massa mundur ke arah Kampung Kaugapu dan sempat bergerak menuju rumah pelaku di depan Koramil Mapurujaya.


Guna mencegah kerusuhan meluas, personel gabungan dari Polres Mimika dan Brimob Batalyon B Timika diterjunkan ke lokasi kejadian. 


Wakapolres bersama Kabag Ops AKP Yulius Harikatang turun langsung menemui massa untuk berdialog.


Dalam dialog tersebut, keluarga korban meluapkan ketidakpuasannya. Mereka menilai pelaku sudah berulang kali membuat keributan serta mengabaikan kesepakatan adat yang telah dibuat sebelumnya.


Menanggapi tuntutan warga, polisi menegaskan proses hukum akan berjalan tegas dan transparan.


Melalui pendekatan humanis, penggalangan tokoh masyarakat, serta kesiapsiagaan aparat gabungan, situasi di lokasi berangsur kondusif dan massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. (*)

Editor : Weny Firmansyah
polsek diserang mimika Ceposonline.com